Bupati Lebak Ajak Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai

     Lebak, jurnalsumatra.com – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Lebak Ino R Saswita mengajak masyarakat agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung 27 Juni 2018 berlangsung damai dan tertib.
“Kami berharap pilkada itu damai tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun gejolak di masyarakat,” katanya di Lebak, Rabu.
Masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga dan mensukseskan agar penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan berjalan aman, damai dan tertib.
Pelaksanaan pilkada adalah proses pemilihan pemimpin secara demokrasi dan tidak boleh menimbulkan gangguan keamanan maupun gejolak di masyarakat.
Sebab, pesta demokrasi itu untuk mencari figur pemimpin yang lebih baik untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pilkada jangan sampai dikotori dengan adanya kecurangan maupun ketidakjujuran dengan melakukan praktik politik uang,propoganda untuk mengarahkan ajakan kepada salah satu pasangan kepala daerah.
Meski pilkada di Lebak hanya diikuti pasangan tunggal dengan kotak kosong.
“Kami minta masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pilkada dan tidak golput,” katanya.
Menurut dia, masyarakat harus menciptakan pilkada damai dan menjaga kerukunan serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu juga pilkada jangan sampai terjadi politik uang, black campaign, isu bernuansa suku rasa agama dan antargolongan (SARA).
Sebab, perbuatan itu tidak demokrasi juga melakukan pelanggaran dan kecurangan sehingga masyarakat harus menolak secara bersama.
Begitu juga Aparatur Sipil Negara (ASN),TNI dan Polri harus bersikap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon kepala daerah.
“Kita mendukung pilkada damai,tertib dan aman,” katanya.
Cedin Rosyad Nurdin, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya menargetkan partisipasi hak pilih pada pilkada mencapai 80 persen.
Diperkirakan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada pilkada tidak jauh dengan Pilpres 2014 yakni sekitar 914.375 jiwa.
Dari 914.375 jiwa yang masuk DPT memberikan hak pilihnya di 1.897  tempat pemungutan suara (TPS) di 345 desa/kelurahan yang ada di 28 kecamatan.
Untuk mendongkrak partisipasi hak suara pilkada, pihaknya terus mengoptimalkan kegiatan sosialisasi agar target 80 persen bisa tercapai.
Kegiatan sasaran sosialisasi itu antara lain masyarakat, institusi pendidikan, lembaga keagamaan, instansi pemerintah dan berbagai pekerja profesi,katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 15 =