Bupati Mahakam Ulu akan tolak pembangunan desa acuhkan IDM

Ujoh Bilang, jurnalsumatra.com – Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh akan menolak perencanaan pembangunan di kampung (desa) yang mengacuhkan tiga indikator dalam Indeks Desa Mandiri karena indikator itu dapat mendongkrak kemandirian desa.

  “Saat rapat pemutakhiran data IDM beberapa hari lalu, saya membacakan sambutan bupati, intinya bupati minta setiap pembangunan kampung harus memenuhi tiga indiaktor IDM, jika tidak, rencana pembangunan di kampung tidak akan diterima,” ujar Pejabat Sekda Mahakam Ulu Stephanus Madang di Ujoh Bilang, Senin (6/7).

  Dari 50 kampung yang tersebar pada lima kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu, hingga kini belum terdapat satu kampung pun yang berstatus desa mandiri, namun yang banyak adalah kampung dengan status tertinggal dan sangat tertinggal, masih sedikit yang berstatus berkembang dan maju.

  Untuk itu, melalui perencanaan pembangunan kampung yang berpijak pada tiga indikator IDM, yakni Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), diharapkan terjadi perubahan signifikan dalam pembangunan di kampung.

  Melalui perencanaan pembangunan yang mengacu pada tiga indeks dalam IDM, diharapkan kampung-kampung di Mahakam Ulu secara perlahan berubah statusnya, yakni yang sangat tertinggal naik menjadi tertinggal, bahkan bisa saja melompat menjadi desa berkembang.

  Kemudian desa dengan status tertinggal, kata Madang, bisa naik menjadi berkembang atau maju, untuk desa yang saat ini berstatus berkembang agar naik menjadi maju, dan desa yang maju bisa naik menjadi desa mandiri.

  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mahakam Ulu Damianus Tamha mengatakan instansinya bersama pihak terkait lainnya akan terus melakukan evaluasi, kemudian mengarahkan perencanaan pembangunan kampung tidak lepas dari tiga indeks seperti yang telah dipesankan bupati itu.

  Pihak terkait yang diajaknya kerja sama dalam pembangunan kampung adalah Tim Gerbangmas Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Mandiri (P2MKM), kemudian tim yang tergabung dalam Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Mahakam Ulu.

  “DPMK bersama tim di Gerbangmas P2MKM, P3MD, dan pihak lain terkait ke depan harus intensif bekerja sama, yakni kampung mana yang tertinggal, sangat tertinggal, berkembang, dan maju, akan kita tingkatkan statusnya, sehingga kelak bisa mandiri,” ucapnya.(anjas)