Bupati Purbalingga Nonaktif Tasdi Segera Disidang

Jakarta, jurnalsumatra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan dari proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi (TSD).
Sebelumnya, Tasdi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2017-2018.
“Hari ini (27/9), dilakukan pelimpahanan tanggung jawab barang bukti dan tersangka TSD dalam perkara tindak pidana korupsi suap terkait Pengadaan barang dan jasa di Pemkab Purbalingga Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2017-2018 ke penuntutan atau tahap 2,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (27/9).
Febri menyatakan sidang terhadap Tasdi direncanakan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.
“Untuk kepentingan persidangan, hari ini (27/9) yang bersangkutan dipindah penahanannya di Lapas Klas 1 Semarang,” ucap Febri.
Sampat saat ini, total 29 saksi telah diperiksa untuk Tasdi. Tasdi juga telah diperiksa sebanyak lima kali sebagai tersangka pada kurun Juni sampai September 2018.

Unsur saksi antara lain asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Purbalingga, pejabat dan PNS di lingkungan Kabupaten Purbalingga, anggota dan mantan Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga, pengurus DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Purbalingga, dan ajudan Bupati Purbalingga.
Selanjutnya, administrasi Keuangan PT Permata Dwilestari, karyawan PT Uno Tanoh Seuramo, karyawan PT Permata Dewi Lestari, Direktur Utama PT Sumber Bayak Kreasi, dan unsur swasta lainnya.
Terkait kasus suap itu, diduga Tasdi menerima “fee” Rp100 juta dari pemenang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap II tahun 2018 senilai sekitar Rp22 miliar.
Diduga, pemberian tersebut merupakan bagian dari “commitment fee” sebesar 2,5 persen dari total nilai proyek, yaitu sebesar Rp500 juta.
Proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center merupakan proyek “multi years” yang dikerjakan selama tiga tahun dari 2017-2019 senilai total Rp77 miliar.
Terdiri atas pertama Tahun Anggaran 2017 senilai sekitar Rp12 miliar, Tahun Anggaran 2018 senilai sekitar Rp22 miliar, dan Tahun Anggaran 2019 senilai sekitar Rp43 miliar.(anjas)

Leave a Reply