Bupati: Sekolah Di Sigi Harus Beri Layanan Pendidikan Berkualitas

Palu, jurnalsumatra.com – Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohammad Irwan Lapatta, di Palu, Selasa, meminta  penyelenggara pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah pertama agar memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik.

  “Untuk mencapai kualitas pendidikan, tidak cukup hanya dengan perluasan akses, tetapi pendidikan yang diterima oleh insan pendidikan, peserta didik, juga harus berkualitas,” katanya saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka rapat koordinasi (rakor) penilik, pengawas, kepala taman kanak-kanak, SD, SMP se-Kabupaten Sigi.

  Pemberian layanan pendidikan yang berkualitas, kata Bupati, harus diawali dengan menyusun standar atau indikator pencapaian mutu pendidikan. Selain itu, pihak sekolah dan para tenaga pendidik harus mampu membuat rencana pembelajaran yang dapat menjawab tantangan masa kini.

  Tidak hanya itu, Bupati juga meminta agar pihak sekolah menyusun atau membuat indikator pencapaian mutu tenaga kependidikan untuk menunjang mutu secara akademik.

  Hal itu agar ada target dan sasaran dalam pembangunan mutu secara kelembagaan dan akademik di tiap-tiap sekolah dalam rangka mewujudkan generasi yang unggul dan berkualitas serta berdaya saing.

  Pemberian layanan kualitas pendidikan, kata Bupati, tidak cukup hanya dengan perluasan akses, tetapi pendidikan yang diterima oleh insan pendidikan juga harus berkualitas.

  “Pendidikan di Kabupaten Sigi dapat berdaya saing dengan kabupaten/kota di Sulawesi Tengah bahkan sampai ke tingkat Nasional, bila ada standar dan indikator pencapaian mutu,” katanya.

  Ia mengakui bahwa mutu secara akademik di tiap kelembagaan pendidikan semua jenjang di Sigi, sangat ditentukan oleh kepala sekolah.

  Kepala sekolah berperan sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.

  “Maka disiplin menjadi suatu hal yang sangat penting, sebab kapanpun dan di manapun kita melakukan aktifitas tanpa dilandasi disiplin hasilnya tidak akan optimal. Oleh karena itu, disiplin menjadi kata kunci sebuah keberhasilan. Sebagai ASN, kita di atur dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil,” ujar Bupati.

  Pemkab Sigi menyadari bahwa keberadaan rasio jumlah rombongan belajar dengan jumlah guru belum terpenuhi.

  Berdasarkan data dapodik untuk SMP jumlah rombongan belajar 383, total kebutuhan guru mata pelajaran 654, sedangkan guru mata pelajaran yang tersedia sekarang 476 orang guru. Dengan begitu kekurangan 190 orang guru.

  Sementara khusus untuk guru pada lembaga pendidikan milik Bala Keselamatan, dengan jumlah siswa 9.236 orang, kebutuhan guru mencapai 62 orang, namun yang tersedia hanya 14 orang, maka kekurangan 48 guru.

  Maka total keseluruhan kekurangan guru SMP negeri dan swasta di Sigi mencapai 238 orang.

  Kemudian, untuk jenjang pendidikan sekolah dasar, jumlah rombongan belajar sebanyak 1.340, sehingga kebutuhan guru kelas sebanyak 1.340 orang.

  Namun yang tersedia berjumlah 911 orang, maka kekurangan 429 guru. Sementara guru mata pelajaran pendidikan agama dan PJOK, yang tersedia di SD, 125 orang. Padahal yang dibutuhkan berjumlah 448 orang, maka kekurangan guru sebanyak 323 guru.

  Berikutnya, untuk taman kanak-kanak, jumlah rombongan belajar mencapai 333, guru yang tersedia 233, sehingga kekurangan guru TK 100 orang.(anjas)