Bupati : Tegal Binangun dan Talang Jambe Milik Banyuasin

BANYUASIN, SUMSEL, jurnalsumatra.com – Bupati Banyuasin SA Supriono menegaskan, berdasarkan PP 23 tahun 1988 secara administrasi Tegal Binangun Jakabaring dan Talang Jambe milik Kabupaten Banyuasin.

“Kami taat aturan maka diputuskan sesuai dengan PP 23 tahun 1988,”kata Supriono menanggapi desakan warga yang menginginkan Tegal Binangun masuk kota Palembang,” tegas Supriono Rabu (29/11/2017).

Pemkab Banyuasin akan mengikuti ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 1988 tentang Perubahan batas wilayah Dati II Muba, OKI dan Palembang.

Lanjutnya, kan sudah jelas dalam PP ini  Tegal Binangun Jakabaring dan Talang Jambe adalah wilayah administrasi Kabupaten Banyuasin.  Sebaliknya Desa Talang Bulu masuk Kota Palembang.

“Potensi PAD Jakabaring dan Talang Jambe besar tidak salah   banyak yang meliriknya, untuk itu Pemkab Banyuasin tidak mau ada pihak yang melanggar ketentuan PP ini,”tandasnya.

Ketua DPRD Banyuasin, H Agus Salam, SH beberapa waktu lalu menegaskan, pihaknya tetap mempertahankan Jakabaring masuk wilayah Banyuasin.

“kita berpegang dengan aturan yang ada dan kami DPRD bersama tokoh masyarakat sepakat harga mati Jakabaring Tegal Binangun haknya Banyuasin, apapun yang terjadi tidak akan kami lepas,”katanya.

Banyuasin sebagai daerah penyangga ibu Kota Provinsi Sumsel tambah politisi senior Golkar ini, berhak untuk mendapat perhatian pembangunan dengan tidak harus mengambil wilayah daerah lain.

Agus Dalam mencontohkan, seperti  wilayah Tanggerang, Bekasi, dan Bogor, semuanya berbatasan dengan ibu kota Jakarta. Apakah harus diambil Jakarta rasanya tidak bahkan justru wilayah ini dapat imbas pembangunan.

“Kami menginginkan kondisi ini dilakukan Pemprov Sumsel terhadap Banyuasin sebagai daerah penyangga kota Palembang,”harapnya. (Bio/Lubis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =