Bupati TTU Kunjungi Lokasi Bencana Puting Beliung

    Kupang, jurnalsumatra.com – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur Raymundus Sau Fernandes mengunjungi lokasi bencana angin puting beliung yang menerjang SMPN Satu Atap Nian dan sejumlah rumah penduduk di Dusun A Desa Nian Kecamatan Miomafo Tengah.
“Iya pak Bupati bersama rombongan dari Pemerintah Kabupaten TTU pagi tadi, (Selasa, pagi) telah meninjau lokasi bencana dan melakukan langkah-langkah konkrit untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah itu dan warga yang rumahnya rusak,” kata Kepala Sekolah SMPN Satap Nian Maria Roalinda Bano, di Nian, Selasa.
Ia dihubungi terkait tindaklanjut pascabencana angin puting beliung dan kebijakan lanjutan agar kelangsungan kegiatan belajar mengajar tetap lancar.
“Kami sudah ada inisiatif untuk memindahkan kegiatan belajar-mengajar ke Sekolah Dasar Nian. Dan inisitif itu diperkuat dengan petunjuk dari Pak Bupati, sambil menunggu tindaklanjut pemdirian kembali gedung itu secara permanen oleh Pemda pada tahun 2018,” katanya.
“Kami terharu dan mengapresiasi respon cepat dari pak Bupati terkait bencana alam itu dan berharap ada tindaklanjut pada tahun-tahun mendatang sesuai dengan kondisi yang ada,” katanya lagi.
Sebab empat ruang kelas yang selama ini digunakan sekitar 112 orang iswa/siswi SMPN Satap ini belajar dan satu ruang bagi 19 orang guru dan pengawai ini rusak total diterjang angin puting beliung pada Senin petang (13/11).
“Sudah tiga tahun kami ber-KBM satu atap di SDK Nian dan baru pada Juli 2017, pihak komite dan orangtua murid dari sekolah itu bergotong royong membangun secara swadaya gedung darurat, karena dari waktu ke waktu jumlah siswa bertambah dan membutuhkan ruang belajar mengajar,” katanya.

    Ia mengatakan SMPN ini telah menamatkan 32 siswa angkatan pertama pada 2016 dan karena itu apabila ada rencana untuk membangun permanen gedung itu, kami memberi apresiasi.
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, disela-sela peninjauan lokasi bencana mengatakan, ada prosedural untuk mendirikan Unit Sekolah Baru, karena itu inisiatif masyarakat Nian ini sudah direpon dengan menerbitkan izin operasional sekolah, sedangkan gedungnya sementara berproses untuk dimasukan dalam APBD 2018.
Sementara bagi penduduk yang rumahnya ikut rusak diterjang angin puting beliung itu, segera disalurkan bantuan untuk tanggap darurat.
“Hari ini sedang didistribusikan bantuan seng bagi rumah penduduk yang rusak akibat bencana itu,” katanya.
Bakal calon gubernur NTT ini berharap publik atau oknum tetentu tidak memanfaatkan keadaan ini untuk mempolitisir dan menggiring opini publik ke ranah politik karena ini murni bencana alam, sebab siapapun tidak menginginkan adanya bencana dan bencana inipun tidak ada hubungannya dengan politik.
“Saya baru pulang dari lokasi bencana dan jelas itu bangunan swadaya masyarakat yang rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang kemarin,” katanya.
Ia mengatakan telah membuat langkah kongkrit dengan memindahkan proses belajar mengajar ke SD NIan sambil memproses pembangunan gedung baru.
Sebelumnya pada Senin, sekitar pukul sekitar pukul 14.00 wita terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang mengguyur dan menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten TTU.
Hujan yang disertai angin kencang itu berubah seketika menjadi puting beliung dan memprodak-porandakan gedung SMPN Satap Nian dan sejumlah rumah penduduk di desa itu.
Untungnya tidak ada korban jiwa, kecuali bangunan dan rumah penduduk yang ruddak ringan hingga berat, namun telah ada penanganan sesuai dengan prosedur tetap bencana alam.(anjas)

Leave a Reply