Bupati-Wali Kota Diajak Sosialisasi Penanganan Demam Berdarah

     Manado, jurnalsumatra.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak bupati dan wali kota melakukan sosialisasi massif penanganan kasus demam berdarah dengue di setiap daerahnya.
“Kami menginstruksikan kepada bupati dan wali kota menyosialisasikan secara massal dan berkelanjutan langkah-langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit ini,” kata Gubernur Olly di Manado, Jumat.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah melaksanakan gerakan serentak pencegahan dan pengendalian melalui pemberantasan sarang nyamuk, menguras menutup, mendaur ulang secara kontinyu setiap minggu di lingkungan rumah, sekolah kantor, tempat-tempat umum, rumah ibadah dan tempat pemakaman atau kuburan.
Gerakan “3M plus” dapat dilaksanakan dengan menguras atau membersihkan wadah yang bisa menjadi tempat penampungan air seperti bak mandi, ember penampungan air, penampungan lemari es, atau tatakan dispenser.
Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, dan tong air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi tempat perkembangbiakan nyamuk penularan DBD.
Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat yaitu dengan menabur bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, serta memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.

   Selain itu, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya ventilasi rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
Gubernur juga mengajak kepala daerah melibatkan setiap kepala keluarga/rumah dalam pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk melalui pemberantasan sarang nyamuk “3M Plus”.
“Pantaulah peningkatan kasus DBD di wilayahnya dan segera melakukan intervensi langsung, kemudian melaporkan kegiatan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian DBD kepada Gubernur melalui Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara,” ajaknya.
Pencegahan dan pengendalian DBD di daerah, kata Gubernur didasarkan atas pertimbangan beberapa hal seperti, peningkatan kasus pada tahun 2018 yang masih berlanjut sampai awal tahun 2019.
Gubernur dalam surat edaran tersebut menegaskan pengasapan menggunakan insektisida hanya mampu membunuh nyamuk dewasa saja dan dapat membahayakan kondisi kesehatan manusia.
“Fogging atau pengasapan diharapkan tidak dilakukan secara rutin dan bukan strategi utama dalam pencegahan DBD,” ujarnya.
Langkah pencegahan, lanjut dia, dilakukan bukan melalui fogging tetapi bagaimana menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan jentik nyamuk lebih mudah dan sangat efektif.(anjas)

Leave a Reply