Bupati Waykanan Beri Bantuan Beras Korban Banjir

    Waykanan,  jurnalsumatra.com – Bupati Waykanan, Provinsi Lampung  Raden Adipati Surya menyerahkan bantuan beras untuk 1.100 warga di empat kampung yang terdampak banjir di Kecamatan Negeribesar.
“Kita serahkan bantuan beras di Kecamatan Negeribesar untuk sebanyak 1.100 warga di empat kampung,” kata  Raden Adipati Surya, di Waykanan, Sabtu.
Menurutnya, bantuan yang dihadiahkan ini baru berupa beras, sedangkan bantuan lainnya seperti selimut, mi instan, dan lainnya akan menyusul.
Bencana banjir yang terjadi pada tahun 2018 ini, lanjut dia, lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Curah hujan yang tidak menentu dan deras mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan terjadi banjir di mana-mana.
Dari keterangan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan di Provinsi Lampung masih tinggi dan sampai akhir bulan Mei 2018 mendatang.
“Kita harus waspada semua khususnya masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai, dan perbukitan agar kiranya harus tetap waspda dan berhati-hati,” katanya.
Curah hujan yang diperkirakan sampai akhir bulan mei 2018 mendatang, lanjut dia,  berarti kemungkinan masih ada banyak bencana susulan khususnya banjir, tanah longsor dan lainnya.
Karena itu,  Pemerintah Kabupaten Waykanan bersama dengan seluruh jajaran dan instansi yang terkait untuk selalu berkordinasi bila terjadi bencana susulan. Khususnya bagi BNPB agar selalu bisa memberikan informasi terkini tentang bencana yang terjadi.
Selain BPBD, Dinas Sosial juga telah dipersiapkan bila terjadi bencana susulan seperti beras, makanan siap saji, mi instan, selimut dan lainnya. Sedangkan Dinas Kesehatan juga meenyiapkan tenaga medis dan posko kesehatan.

“Semuanya harus waspada, masyarakat juga harus waspada,” jelasnya
Ia menambahkan, sampai saat ini di di sejumlah kampung masih terendam banjir bahkan sampai ada yang 1.5 meter ketinggian air nya.
Adipati mengharapkan, semua masyarakat harus selalu waspada dan segera mengungsi ke tempat dataran tinggi bila terjadi banjir susulan.
Rudi Haryanto Kasi data dan Informasi BMKG Lampung mengatakan, intensitas curah hujan di bulan Maret 2018 ini masih tinggi dari siang sampai dini hari.
Tinggi air hujan pada bulan Maret yaitu 200-400 milimeter per bulan, ini yang menandakan curah hujan di seluruh Kabupaten/Kota Se Provinsi Lampung masih tinggi dan diperkirakan  bencana susulan masih kemungkinan terjadi.
Sedangkan di Bulan April daerah Bagian Timur dan Selatan yaitu, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Lampung Timur, Metro, Pesawaran Pringsewu, Tanggamus (Sebagian red) curah hujan sudah mulai berkurang dan daerah bagian Barat dan Utara yaitu Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Mesuji, Waykanan, pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus  masih tinggi curah hujan masih tinggi.
“Curah hujan masih tinggi di bulan Maret jadi warga Lampung diminta waspada terhadap bencana yang kemungkinan terjadi,” ujar Rudi.
Daerah-daerah yang memilik bencana tinggi seperti longsor dan banjir harus tetap waspada dan berhati-hati agar tidak terjadi apa-apa dan untuk warga bila terjadi bencana agar dapat memberikan informasi kepada pemerintah setempat untuk mendapatkan pertolongan.(anjas)

Leave a Reply