Bupati Wondama: Tak ada kepentingan politik dalam penyaluran bansos

Manokwari, jurnalsumatra.com – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat, Bernadus Imburi menyatakan penyaluran berbagai macam bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi virus corona atau COVID-19 sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik jelang pilkada 2020.

  Kepada wartawan, Rabu, Imburi menegaskan bahwa pemberian bansos dilakukan semata-mata untuk kepentingan kemanusiaan demi menolong masyarakat Wondama yang mengalami kesulitan akibat wabah Covid-19.

  Dia berharap tidak ada pihak manapun yang mengait-ngaitkan pembagian bansos dengan agenda politik yakni untuk pemenangan Pilkada 2020.

  “Semua yang kita lakukan ini untuk keselamatan masyarakat Wondama. Tidak ada kepentingan kepentingan politik, hanya kepentingan kemanusiaan untuk keselamatan dan keamanan seluruh masyarakat Teluk Wondama,” ucap bupati.

  Dia meminta para tokoh agama ikut berperan meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

  “Ada yang bilang bupati turun terus ke masyarakat karena pilkada sudah dekat. Saya mau bilang, pilkada sudah dekat kah tidak kah, saya harus turun ke masyarakat karena saya ini masih bupati dan saya adalah Ketua Gugus Tugas COVID-19. Jadi saya harus turun terus untuk pastikan semua berjalan dengan baik,” ucap orang nomor satu Wondama ini.

  Pada Selasa (2/6), bupati menyerahkan  93 paket sembako yang disiapkan Dinas Sosial kepada para tokoh agama, baik Katolik, Protestan maupun Islam

  Paket sembako berupa beras 10 kg, minyak goreng 5 liter, gula 2 kg, mie instan dan air mineral masing-masing 1 karton serta beberapa bahan lainnya merupakan bagian dari bansos COVID-19 yang dibelanjakan dari dana realokasi dan refocusing APBD 2020.

  Menurut Kepala Dinas Sosial Eka Wosiri, secara keseluruhan ada sebanyak 2.000 paket sembako yang disalurkan Dinsos untuk masyarakat terdampak COVID-19. Para penerima adalah kelompok lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, para hamba Tuhan serta warga prasejahtera yang tergabung dalam kerukunan daerah.

  “Semua kita sudah bagikan ke 12 distrik lain tinggal distrik Wasior yang terakhir hari ini karena di Wasior yang paling banyak. Saya laporkan di Wasior itu perinciannya Hamba Tuhan 93 paket, disabilitas 95 paket dan untuk lansia 164 paket,” sebut Eka.(anjas)