Cabor Catur PALI Sumbangkan 8 Medali

Pali, jurnalsumatra.com – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh atlet asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), melalui Cabang Olaraga Catur yang digelar di Rumah Dinas, Walikota Prabumulih, penyumbang mendali emas perdana atas nama, Alivia Noviansari, dan Alica,

Perak beregu putra dan beregu putri

Atasnama, A rapik, Rian Kapriaga dan Nadila Merika, dan Medali Perunggu disumbangkan Frayesi

Dari kejuaraan tersebut, atlet Kabupaten PALI berhasil mengumpulkan 2 Medali Emas 4 Perak dan 1 Perunggu yang mengantarkan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang usianya baru enam tahun itu masuk 2 besar perolehan medali di bawah Muba mengumpulkan 3 Emas

“Keberhasilan ini adalah modal awal kita menghadapi pertandingan selanjutnya, apa lagi kita punya pelatih berpengalaman yang terus membina para Atlit kita,” ujar Hendrik Halim, Ketua Harian KONI PALI saat meninjau atlet di Rumah Dinas Walikota Prabumulih. Selasa (12/11/2019)

Sementara Ketua Percasi PALI Helman ST mengatkan keberhasilan meraih medali hari pertama tidak terlepas dukungan dari Ketua Umum KONI PALI Ir H Heri Amalindo MM dan Ketua Harian Hendrik A Halim yang telah mendukung dan memberikan motivasi kepada atlet-atlet sehingga dapat masuk 2 besar untuk hari pertama bertanding. “Alahmdullah keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dari Ketua Umum KONI PALI bapak Heri dan Ketua Harian bapak Hendrik yang terus mendukung dan memberikan pembinaan sehingga kita mampu meriah medali pada hari pertama ini,” ujar Hilman

Masih kata Helman dirinya sedikit kecewa dengan ketidak netralan dari Instrukur pertandingan, meskipun berhasil mengoleksi medali, di hari pertama, Atlit tidak boleh bangga dulu  karena masih ada beberapa katagori yang belum di pertandingkan masih ada peluang untuk meraih mendali emas kembali. “Alhamdulillah, meskipun kecewa, semoga dipertandingan selanjutnya kita kembali mendulang persatasi.” Ujar Agus didampingi Rian

Sementara itu Agus Waldiansyah didampingi Rian selaku Manager Catur Kabupaten PALI mengatakan meskipun Atlitnya telah menyumbang Mendali merasa kecewa kepda Inspektur pertandingan yang tidak netral dan pairings yang aneh. Sistem Swiss yang dikenal di dunia catur adalah mewajibkan regu yang memimpin harus bertanding dengan regu yang perolehan poinnya paling dekat dengan yang sedang memimpin

“Kami sanggat kecewa kepda Inspektur pertandingan yang tidak netral, saya berikan contoh sebuah kabupaten memimpin dengan poin 3.5 dan 1  kabupaten lain poin berada dibawahnya dengan poin 3.0, maka jika melihat ini, kedua tim wajib untuk bertemu, ini yang bikin kami kecewa dengan pertandingan hari ini.” Ujarnya dengan tegasnya.(hab)