Cabuli Siswi SD Satpam Sekolah Dipenjara


Lahat, jurnalsumatra.com – Seorang satpan Sekolah Dasar (SDN) 02 Lahat bernama Muhammad Aulia alias Teguh akhir harus berurusan dengan pihak berwajib.

Selain diperiksa Polisi dirinya juga harus merasan dinginnya jeruji besi Mapolres Lahat. Tersangka merupakan warga Rt 08 Rw 05 Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kabupaten Lahat.

“Setelah menerima LP – 085/ IV / 2019/ Sumsel / Res Lahat Tanggal 28 – 4 -2019 Anggota langsung bergerak dan melakukan pengamanan terhadap terduga pelaku pencabulan,” Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Darma SIK didampingi Kanit PPA Polres Lahat IPDA Omin.

Ia menjelaskan, entah setan apa yang merasuki benak Muhammad Aulia alias Teguh ini, sehingga dia tega mencabuli, sebutnya Melati yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) di Kota Lahat.

Akibat perbuatan bejatnya itu, akhirnya tersangka Aulia yang berprofesi sebagai Satpam itu kini mendekam di jeruji sel penjara Polresta Lahat setelah polisi berhasil membekuknya usai menerima laporan dari korban, Selasa (30/04/2019).

Dari keterangan tersangka yang diketahui masih membujang ini, dirinya sudah 3 kali mencabuli korban. Adapun modus yang dilakukannya dengan berpura-pura menertibkan kelas pada saat guru tidak mengajar.

Tersangka yang diduga nafsunya tidak terbendung lagi menarik tangan korban dan membawanya masuk ke dalam kelas, kesempatan itulah digunakan tersangka untuk meciumi dan meraba kemaluan korban.

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Darma SIK didampingi Kanit PPA Polres Lahat Ipda Omin membenarkan perihal penangkapan tersebut.

“Tersangka berhasil kita amankan dikediamannya pada tanggal 29 April 2019 sekitar pukul 18.00 WIB. Selain itu kita juga mengamankan barang bukti berupa pakaian sekolah korban,” terangnya.

Menurutnya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo asal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara serta denda sebanyak 5 Miliar. (Din)