Cagub Firdaus-Rusli Janjikan Program 1.000 RLH

     Pekanbaru, jurnalsumatra.com –  Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Firdaus-Rusli Effendi menyatakan punya program unggulan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah setempat melalui pembuatan 1.000 Rumah Layak Huni atau RLH.
“Inilah yang  disebut dengan program mengangkat harkat martabat seorang warga. Kedepan, jika Allah mengizinkan kami menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, ini akan kita teruskan dan menjadi salah satu program utama, ” kata Firdaus di Pekanbaru, Rabu.
Firdaus menjelaskan saat ia menjadi Wali Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum program RLH ini adalah salah satu prioritas guna mengentaskan kemiskinan di wilayah setempat. Terbilang sukses  secara bertahap tiap tahun masyarakat yang tidak punya tempat tinggal menjadi terangkat kehidupannya.
“Maka kalau saya jadi Gubernur nanti kita akan bangun 1.000 rumah layak huni setiap tahunnya di kabupaten / kota se Riau,” ujar Firdaus berjanji.
Firdaus menjelaskan sandang, pangan dan papan adalah kebutuhan primer yang sangat dibutuhkan setiap manusia. Berangkat dari kondisi ini, pemerintah juga memiliki perananan di dalam mewujudkan semuanya ini.
Pasangan calon Gubernur nomor urut 3, Firdaus-Rusli dalam beberapa kampanye dialogis, selalu mengadang-gadangkan hal tersebut sabagai salah satu program utama yang mereka.

Dengan  membangun 1.000 unit rumah layak huni setiap tahunnya yang diperuntukkan buat masyarakat pra sejahtera.
“Program ini  untuk mengangkat harkat seorang warga, sebab jika mereka telah memiliki tempat tinggal yang layak, setidaknya kita sudah mengurangi satu beban pikirannya. Program ini adalah untuk mewujudkan program nasional sejuta rumah,” ujar Firdaus.
Dicontohkan Firdaus, Pemerintah Kota Pekanbaru sejauh ini telah membangun 1.000 unit Rumah Layak Huni (RLH) dalam kurun waktu empat tahun di wilayah setempat.
“Pembangunan Rumah Layak Huni dilakukan betahap 250 unit per tahunnya,” ujarnya.
Dari 1.000 unit RLH yang sudah dibangun, sebanyak 750 unit dibangun baru dan 250 renovasi.
“Tergantung kondisi dan kebutuhan masyarakat miskin yang ada di kecamatan,” tuturnya.
Sementara mereka yang berhak atas program ini adalah warga Riau yang benar-benar kurang mampu dan memiliki lahan sendiri.
Sebelumnya di beritakan angka kebutuhan rumah yang belum terpenuhi atau backlog pada tahun 2015 lalu secara nasional mencapai 11,4 juta unit. Untuk mengurangi jumlahnya, pemerintah telah mencanangkan program nasional sejuta rumah setiap tahunnya.
Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga mengatakan, diperkirakan capaian program satu juta rumah hingga akhir 2017 baru menyentuh angka 2,2 juta atau sekitar 74 persen dari target.
Menurut Danis, faktor penyebab belum tercapainya program ini adalah terbatasnya anggaran pemerintah.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − eight =