Cagub Rai Mantra : Sarana Terpadu Gangguan Jiwa

     Denpasar, jurnalsumatra.com – Calon Gubernur dari Koalisi Rakyat Bali (KRB) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan untuk menyeimbangkan pembangunan perlu sarana dan prasarana terpadu bagi warga yang mengalami gangguan kejiwaan (scizophrenia).
“Program dan sarana kesehatan mental dan spiritual di Bali sebenarnya sudah ada tetapi belum begitu fokus. Kalau di Kota Denpasar, untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau orang dengan scizophrenia (ODS) sudah ada Rumah Berdaya di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, yang sudah berjalan bagus,” kata Rai Mantra di Denpasar, Kamis.
Cagub Rai Mantra memaparkan bahwa Hal ini perlu diduplikasi di semua kabupaten di Bali agar ODGJ bisa pulih dan berdaya seperti sediakala. Dalam penanganan gangguan kejiwaan ada empat hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, si pasien yang harus ditangani. Kedua, sarana dan prasarana untuk penanganan tersebut.
Ketiga, keluarga pasien yang turut menderita karena kondisi si pasien yang juga harus diberi perhatian atau diringankan bebannya. Keempat, ruang ekspresi bagi pasien yang sudah pulih kondisinya agar tidak mengalami stigma buruk di masyarakat.

“Rumah Berdaya dengan tata kelola yang matang dimaksudkan untuk hal tersebut. Melalui program Rumah Berdaya, ODS dijemput dan diantar dengan mobil khusus untuk berobat dan berekspresi, secara gratis,” ucapnya.
Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan bahwa di Rumah Berdaya ODS mendapat pelatihan keterampilan secara gratis. Jika ada warga Denpasar yang di rumahnya memiliki ODS, begitu melapor kepada kepala lingkungan, laporan itu diteruskan ke petugas terkait, laporan tersebut pasti segera ditindaklanjuti.
Fakta selama ini, sudah banyak ODS yang sembuh. Sebagian dari mereka sudah bekerja sebagai tukang cuci motor, membuat banten, produksi dupa dan sebagainya. Bahkan salah seorang sopir mobil khusus Rumah Berdaya adalah mantan ODS.
“Program ini sudah berjalan. Kami minta supaya ODS jangan dipasung atau dibiarkan berkeliaran. Mereka harus diberdayakan,” ujarnya.
Pada sisi lain, Rai Mantra mengatakan bahwa penanganan ODS menjadi bagian dari pengukuran indeks pembangunan manusia (IPM). Pemerintah berkewajiban untuk membangun demografi secara lebih produktif.
Peserta Pilkada Bali 2018 adalah pasangan nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusung oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan  PKPI, serta didukung PKB dan PPP.
Sedangkan pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo.(anjas)

Leave a Reply