Cahaya Komitmen Janji Kampanye Pasti Diwujudkan

LAHAT , jurnalsumatra.com –  Lantaran keluhan masyarakat terkait biaya berobat dan sekolah yang tidak lagi gratis membuat pasangan Bupati dan Wabup Lahat terpilih CAHAYA (Cik Ujang-Haryanto) mulai tidak sabar untuk mewujudkan program atau janji kampanye.

Menjelang pelantikan bupati Lahat terpilih tanggal 10 Desember 2019, CAHAYA berkomitmen tidak akan melupakan janji kampanye untuk 100 hari masa pengabdian yang dijanjikan kepada masyarakat Bumi Seganti Setungguan.

Bupati Lahat terpilih Cik Ujang SH menyampaikan, janji kampanye Cahaya bukanlah janji untuk mendapatkan simpati dan suara saja, namun janji itu akan ditepati bersamaan 100 hari kerja untuk memulai memimpin Lahat pasca pelantikan. Keluhan yang disampaikan masyarakat akan menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja cepat agar semuanya program yang dicanang kan berjalan dan dirasakan masyarakat.

“Janji kami akan kami laksanakan dan tepati. Namun perlu diketahui, proses tetap harus berjalan, tidak lama lagi CAHAYA akan dilantik dan akan menjadi langkah awal bagi kami untum melaksanakan program Lima tahun kedepan,” kata Cik Ujang Selasa (20/11/2018).

Menurutnya, untuk pendidikan gratis akan segera memanggil Disdik Lahat untuk mengetahui data siswa/i di tingkat SD sampai SLTP sederajat yang tidak mampu yang selama ini menerima bantuan langsung, dan dengan anggaran yang akan dipersiapkan pemerintah, program sekolah gratis akan berjalan sesuai harapan.

“Namun, semua itu akan kita konsultasi dengan pihak Dinkes, Disdik, BPJS dan BPS, karena jangan sampai program yang diangkat tidak tepat sasaran. Jadi bila ada masyarakat meragukan program Cahaya adalah hal yang wajar, karena hal itu jangan sampai menjadi PHP (pemberi harapan palsu -red),” ucap lugas.

Saat disinggung wartawan terkait laporan dari masyarakat mengenai masalah pungutan komite sekolah, secara lantang dijelaskan Wakil Bupati Lahat terpilih H Haryanto SE MM MBA, soal laporan tersebut akan segera ditindak lanjuti, semua prosedur harus berjalan sebagaimana seharusnya, jangan sampai memberatkan orang tua murid, dan jangan sampai komite itu dijadikan ‘bisnis’ oleh oknum sekolah atau oknum anggota komite, khususnya dari tingkat SD sampai SMP sederajat.

“Oleh sebab itu, untuk mempermudah angkutan pelajar, Pemerintah akan mencari solusi bagi para pelajar. Miris rasanya melihat anak-anak (pelajar -red) masih ada yang naik di kap mobil, itu kan berbahaya. Dengan adanya jemputan, siswa yang juga  belum memiliki SIM alangkah baiknya memanfaatkan adanya jemputan atau Bus Sekolah,” ungkapnya.

Terakhir, diuraikannya, dengan menggunkan Bus Sekolah akan efetif baik untuk keselamatan para siswa/i yang ada. Dan, ini akan dapat mengurangi tingkat Lakalantas dan Kesemrawutan di jalan.

“Mungkin ini akan dapat membantu masyarakat yang ada. Selain itu juga dapat memperkecil angka kecelakaan dijalan raya. Semua wacana itu akan kita godok bersama DPRD Kabupaten Lahat kedepannya, ” urai H Haryanto. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − seven =