Caleg Jangan Takut Pasang APK

Palembangp, jurnalsumatra.com – Bawaslu Provinsi Sumsel menggelar Deklarasi Kampanye Bermartabat di Hotel Horison, Kamis (25/10/2018). Dalam kesempatan tersebut Anggota Komisoner Bawaslu RI Rahmad Badja menegaskan kalau Calon Legislatif (Caleg) jangan takut memasang Alat Peraga Kampanye (APK).

Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto mengatakan, pelaksanaan pemilu ini pengawasan harus berjalan optimas, oleh sebab itu pihaknya butuh berbagai elemen bangsa untuk mensukseskan pemilu.

“Pengawasan yang dilakukan Bawaslu berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017. Kita tegaskan pelaksanaan pemilu ini menolak politik uang, sara, tidak melibatkan ASN dan perangkat desa. “Bersama rakyat awasi pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan,” ujarnya.

Wakapolda Provinsi Sumsel Drs Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno SH MH mengatakan, pihaknya berharap seluruh pihak berperan aktif dalam menjaga situasi sejuk dan damai di Sumsel. “Pada 2018 kita telah melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak, Alhamdulilah prosesnya berjalan dengan baik. Semua permasalahan bisadiselesaikan kalau dilaksanakan dengan berkoordinasi,” ujarnya.

Bimo mencontohkan, pada Pilkada di Empat Lawang dan Pagar Alam agak rawan. Begitupula di Lahat juga rawan konflik. Tapi itu semua bisa diatasi karena ada koordinasi.

Menurut Bimo, pada Pemilu ini masih banyak berita hoax, itu harus dieliminir. “Untuk Pilpres, kita terus menentang hoax, agar demokrasi berjalan baik. Sehingga tercipta demokrasi sejuk, damai dan bermartabat, ” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisoner Bawaslu RI Rahmad Bagja mengatakan, pihaknya berharap peserta pemilu 209 untuk menjaga kampanye sesuai aturan UU. “Kami berharap peserta pemilu 2019 melakukan kampanye dengan senang tanpa politik uang dan hoax, ” katanya.

Rahmad mengungkapkan, Calon legislatif (Caleg) boleh membuat spanduk. Asal tidak sama dengan desain dari KPU. Kampanye itu berisi ajakan, visi misi, program kerja dan citra diri. Kalau tidak ada citra diri, itu bukan kampanye.

“Kami minta foto teman-teman yang menjadi peserta pemilu 2019 itu terpajang misalnya dirumah sendiri atau dirumah tetangga. Spanduk dan baliho tidak ada program kerja,” katanya.

Rahmad mengungkapkan, peserta pemilu 2019 boleh melakukan sosialisasi di facebok atau fanfage. Asal jangan menghujat orang lain. “Kita mencegah berita hoax. Karena kalau terjadi akan ditindaklanjuti. Jangan mengcopi paste berita yang tidak benar kemudian disebarkan. Karena ada sanksi pidana, ” tegasnya.

Rahmad menmbahkan, APK itu tidak boleh dipasang ditempat yang dilarang, misalnya sekolah dan jalan protokol.

“Bapak dan ibu peserta pemilu boleh pasang spanduk di tempat rumah sendiri atau tetangga. Selain itu, caleg juga boleh kampanye saat acara tertentu misalnya saat menghadiri Yasinan, memperkenalkan diri. Memasang gambar dan nomor urut boleh pasang di mobil pribadi tapi tidak boleh diangkot. Caleg jangan takut pasang alat peraga,” tandasnya.

Untuk pelanggaran kampanye di media, Rahmad mengungkapkan, sampai saat ini baru ada dua temuan di media cetak nasional. “Sekarang sedang ditindaklanjuti. Kita akan proses apakah itu pelanggaran administrasi atau pidana,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − 3 =