Cari Keadilan Maimuna Kirim Surat Ke Kejagung

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Cari keadilan Maimuna (57) ibu kandung dari terdakwa Arozi alias Uji bin Koba (alm) warga Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) (22/10/2018) lalu berkirim surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung RI) tembusan Komisi Yudisial RI, Kejati Palembang, Pengadilan Negeri Palembang, Pengadilan Negeri Sekayu dan Kejari Sekayu.

Dalam surat klarifikasi lansia yang sudah lama hidup menjanda bekerja sebagai pengrajin keranjang dengan penghasilan tidak tetap itu, menyatakan keberatan dengan tuntutan Jaksa Penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Sekayu terhadap anaknya.

Sementara dalam surat klarifikasi yang ditulis dengan kata-kata yang cukup sederhana itu berbunyi;  1.Kejadian sebenarnya pada hari Jum’at, (1/6/2018) anak saya saat itu sedang tidur, lalu datanglah   temannya bernama Muliyadi bin Hakim (alm) mengajak anak saya untuk pergi namun saya tidak tau kemana. Pada saat anak saya kembali tiba-tiba polisi sudah menangkap anak saya tidak jauh dari rumah saya bersama Muliyadi. Dan barang bukti sabu ada pada Muliyadi, pada saat itu polisi mengatakan bahwa anak saya hanya akan dimintai keterangan sebagai saksi.

  1. saya keberatan dengan tuntutan Jaksa atas anak saya 6 tahun penjara sama dengan Muliyadi, padahal anak saya tidak ada barang bukti tersebut dan hanya sebatas mengetahui.
  2. Setahu saya di BAP polisi anak saya tidak mengaku perna memakai 3 hisap, memiliki bong, pirek dan korek api bahkan tidak mengenal Doni. Tetapi mengapa dituntutan Jaksa ada anak saya mengaku menghisap sabu dan mengaku kenal dengan Doni.
  3. Pada saat anak saya akan disidangkan perna seorang Jaksa penuntut umum atas nama Parida menanyakan dengan bahasa (mau diurus apa tidak kamu itu) anak saya menjawab tidak buk karena saya tidak ada uang. Dan apa maksud semua ini.
  4. saya minta kepada pihak tim Kejagung agar berkenan mencocokan dan memeriksa kembali berkas BAP dari Kepolisian dan tuntutan jaksa atas anak saya. Karena saya merasa tuntutan tersebut tidak sesuai BAP. Terlebih lagi jaksa penuntut umum perna menawari anak saya mau diurus atau tidak.

Demikian isi surat klarifikasi Maimuna, dan ia berharap kepada pihak-pihak terkait agar dapat membantu meluruskan masalah anaknya.”Saya mengaku kalau anak saya bersalah, tapi kalau tuntutan disama kan dengan pemilik barang bukti itu, saya keberatan dan memohon keadilan seadil-adilnya. Harap Maimuna saat dibincangi wartawan Jurnal Sumtra.com Jum’at (2/11/2018). (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 15 =