Chandra Suami dr Laela Segera Dipanggil

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Pendalaman atas kasus dugaan penipuan terhadap ratusan orang calon Jamaah Umrah, yang dilakukan oleh pengelola Majelis Taklim Al-Lail, terus berlanjut. Bahkan, Senin (20/11) besok, Chandra (Suami-red) dari dr Hj Laela Cholik selaku Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat tersebut, bakal dipanggil pihak Polres Lahat, guna untuk dimintai keterangan.

“Kalau tidak ada ara melintang, Senin 20-11-2017 besok Chandra suami dari dr Hj Laela Cholik kita panggil. Untuk dimintaki keterangan atas laporan yang sudah masuk kemeja penyidik,” ungkap Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK melalui, Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Ginanjar SIk, Ahad (19/11/2017).

Menurut Ginanjar, pemanggilan itu, terkait laporan yang sudah diterima pihaknya, atas kasus batalnya keberangkatan ratusan orang calon Jamaah Umrah, sehingga, mengakibatkan kerugian masing-masing CJU tersebut, mencapai puluhan juta rupiah.

“Untuk kerugian sendiri, berpariasi. Mulai, belasan juta sampai puluhan juta. Jadi, kalau ditotal seluruh uang CJU itu bias mencapai Milyaran rupiah,” katanya.

Oleh sebab itu, sambung Ginanjar, pihaknya akan membuka posko pengaduan terhadap CJU yang sudah dirugikan. Tujuannya, untuk memperdalam kasus tersebut, dari berbagai korban yang ada.

“Nah, yang dimaksud berpariasi kerugian korban calon jamaah umrah (CJU-red) ini, ada mereka yang hendak berangkat satu keluarga. Jelas donk dananya akan membengka. Tunggu saja Senin besok, Chandra suami dari Dirut RSUD Lahat ini, akan kita panggil ke-Polres,” janji Ginanjar.

Berita sebelumnya, tidak mau lagi termakan oleh janji-janji manis serta merasa tertipu oleh pengelola Majelis Taklim Al-Lail, membuat 178 orang jamaah melaporkan dr Hj Laela Cholik ke-SPK Polres Lahat, terkait keberangkatan umrah yang seharusnya sudah dilaksankan pada bulan Agustus lalu.

Namun, untuk membuat laporan itu, ada tujuh orang calon jamaah umrah yang menyambangi Polres Lahat, bertujuuan agar permasalahan mereka dapat segera menemukan titik terang.

“Intinya, kami ingin kejelasan. Soal keberangkatan umbrah kami semua. Sebab, dana sudah kami stor kepihak pengelola Majelis Taklim Al-Lail,” ungkap Aminudin (72) salah seorang jamaah yang berhasil dibincangi wartawan, saat membuat Laporan ke-Polres Lahat Senin (6/11/2017).

Menurut pria yang sudah uzur ini mengaku, dirinya sudah menyetor uang sejak dua tahun lalu, dan dijanjikan diberangkatkan bulan Agustus 2017 lalu. Akan tetapi, sudah hamper habis tahun tak kunjung berangkat.

“Semua persyaratan serta uang untuk keberangkatan yang dimintak pengelola Majelis Taklim Al-Lail sudah kita penuhi. Perjamaah wajib setor uang Rp 190.500.000,’ dalam waktu dua tahun. Semua kita pasti punya keinginan beribadah ketanah suci, bukan berangkat malah ditipu,” kata warga Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Kota Lahat ini.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lahat, Bakrun SH ketika dibincangi wartawan mengaku, total kerugian yang dialami seluruh jamaah mencapai Rp 8 Miliar. Ada 178 orang ditahun 2017, dan 250 orang menunggu diberangkatkan tahun 2018.

“Semua persyaratan serta uang sudah distor, satu jamaah dikenakan biaya 19,5 juta. Mereka melaporkan masalah ini, karena butuh kejelasan dari pihak pengelola Majelis Taklim Al-Lail. Parahnya, bagaimana, untuk calon jamaah tahun depan, tahun ini saja tidak jelas,” ungkap Bakrun. (Din)

Leave a Reply