Ciptakan Pilkada Damai, Polsek – Koramil Kayuagung Bersinergi Sanjo ke Tomas

Kayuagung, jurnalsumatra.com – Guna mengantisipasi kerusuhan serta menciptakan kedamaian dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2018 khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) jajaran Polisi Sektor Kota Kayuagung besinergi dengan Komando Rayon Militer (Koramil) 402 – 10 Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan Sanjo (sosialisasi) ke Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung OKI.

Pantauan dilapangan, sanjo yang diadakan di Balai Desa Arisan Buntal Senin (29/1/2018) tersebut diikuti sedikitnya tujuh tokoh masyarakat (Tomas) Desa Arisan Buntal.

Danramil Kayuagung Kapt Inf RM Hatta dalam kesempatan tersebut, menyampaikan agar dapat menjaga kedamaian pilkada secara bersama, menurutnya pilihan merupakan bersifat pribadi, sehingga apabila ada warga lain yang tidak sepaham dalam memilih agar tidak memaksakan, suapaya lebih memilih diam demi menjaga kedaiaman bersama.

“Ini momentum pilkada, jadi kami harapkan, agar membiarkan apabila ada salah satu kandidat berkampanye di wilayah masing masing agar tidak terpancing, dan memilih diam,” jelas Hatta.

Sementara itu hal senada dikatakan, Kapolsek Kayuagung AKP Ferry, didampingi kabid Binmas Polsek Iptu Hamari, keamanan memang perlu dijaga, baik itu pihak kepolisian dan TNI, tapi peran masyarakat lebih besar dari TNI – Polri, sehingga dapat memberikan masukan kepada TNI Polri.

“Kami berharap, peran serta masyarakat dalam memberikan informasi serta menjaga keamanan, sehingga tercipta kenyamanan baik bagi masyarakat maupun pihak inverstor yang telah menanamkan modal ke OKI,” Harap AKP Ferry.

Salah seorang Tokoh masyarakat, Arisan Buntal H Usman dalam kesempatan tersebut memuji apa yang telah diprogramkan Polsek Kayuagung dan Koramil Kayuagung, menurutnya ini merupakan program yang tidak mudah dilakukan, karena seorang Komandan Koramil dan Kapolsek yang terjun langsung ke desa desa.

“Kami sangat menyambut baik, apa yang telah diprogramkan ini, untuk itu kami bisa berkomunikasi langsung dan memberikan masukan serta saran. Diharapkan kegiatan “sanjo” ini dapat diteruskan ke lingkup yang lebih luas, agar dapat turut disampaikan pada saat sholat jumat, sehingga memiliki skala yang lebih besar,” harap Usman. (ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =