Cuaca Buruk Akibatkan Minimnya Produksi Ikan

    Gorontalo, jurnalsumatra.com – Cuaca buruk yang sedang berlangsung di Gorontalo beberapa hari ini, menyebabkan produksi ikan dari hasil tangkapan nelayan semakin berkurang.
“Hal ini disebabkan oleh adanya musim hujan dan angin barat, sehingga banyak nelayan enggan melaut,” kata Kamarudin Pakai, salah seorang nelayan di daerah itu, Kamis.
Ia mengatakan, dirinya bersama kelompok nelayan lainnya dalam beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan dalam menangkap ikan, dikarenakan cuaca yang tidak mendukung.
“Curah hujan yang cukup tinggi serta pengaruh dari angin barat membuat saya bersama kelompok nelayan lainnya akhir-akhir ini tidak bisa menangkap ikan dengan hasil yang maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun sudah menggunakan lampu sebagai alat bantu untuk mengetahui dimana letak ikan berada, namun mereka tetap kesulitan untuk menemukan ikan.
“Adanya lampu yang membantu kami untuk mencari letak ikan juga terkadang tidak membuahkan hasil tangkapan sama sekali,” jelasnya.
Kamarudin menjelaskan ikan hasil tangkapan yang didapatkan kian menurun, bahkan beberapa waktu terakhir para nelayan bahkan tidak membawa pulang hasil tangkapan ikan sama sekali.

    Di sisi lain, Anton lalu salah seorang pedagang ikan di pelalangan ikan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengaku meskipun cuaca buruk dirinya dan para pedagang lain tetap menggunakan harga yang stabil dalam menjual ikan.
“Cuaca buruk yang melanda Gorontalo yang menyebabkan semakin minimnya pasokkan ikan, sebenarnya tidak mempengaruhi harga jual ikan di pasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, produksi ikan yang menurun tidak berpengaruh pada harga, karena jika pasokan ikan dari Gorontalo menurun, para pedagang masi bisa memasok ikan-ikan tersebut dari daerah luar Gorontalo.
“Untuk harga ikan stabil, mulai dari harga ikan cakalang yaitu sekitar Rp22.500/kilo, ikan lajang Rp25 ribu/kilo, serta ikan deho dengan kisaran harga Rp17.500 /kilo,” tutupnya.
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) keluarkan peringatan dini tentang gelombang tinggi di laut Sulawesi bagian timur.
Rilis BMKG yang ditandatangani prakirawan Slamet Wiyono menyebutkan tinggi gelombang laut diperkirakan sekitar 1,25 meter hingga 2,5 meter. Selain laut Sulawesi bagian timur, juga gelombang tinggi akan terjadi di 22 lokasi di Indonesia.
BMKG mengingatkan kepada nelayan di laut Sulawesi bagian timur, khususnya di perairan Gorontalo, untuk mewaspadai gelombang tinggi.(anjas)

Leave a Reply