Dandim Aceh Barat Pimpin Pemadaman Kebakaran Gambut

     Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Komandan Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto, bersama seratusan prajurit TNI, Polri, dan BPBD memimpin upaya pemadaman api yang membakar lahan gambut di wilayah setempat.
“Sore ini kita bersama kepolisian, BPBD membantu melakukan pemadaman api melakukan pemadaman kebakaran di lahan gambut. Kebakaran ini mulai terjadi pada Minggu (10/6) petang lalu. Karena baru terlacak,” katanya di Meulaboh, Senin.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aceh Barat terus meluas. Sebelumnya titik api hanya ditemukan pada lahan 1,5 hektare di Kecamatan Arongan Lambalek, kemudian terus meluas sampai Kecamatan Samatiga dan Johan Pahlawan.
Luas lahan gambut yang terbakar diperkirakan telah mencapai tidak kurang dari 10 hektare yang persebaran titik apinya di tiga kecamatan itu.
Sejumlah petugas dari Polri, TNI, BPBD, dan tim lainnya terus berusaha keras memadamkan api yang meluas itu.

Dari Kota Meulaboh di Kecamatan Johan Pahlawan dapat terlihat asap akibat kebakaran lahan gambut berasal dari kawasan Desa Suak Raya dan Desa Leuhan, sedangkan di Kecamatan Samatiga, terlihat api melanda kawasan kambut Desa Cot Pluh.
Dandim Letkol Kav Nurul Diyanto yang meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Cot Pluh, Kecamatan Samatiga, bersama dengan anggotanya turut membantu proses pemadaman api itu.
Turut bersama Dandim Diyanto dalam pemadaman itu, antara lain Danramil 09 Samatiga Kapten Inf Suryono Efendi, Kabag Ops Polres Aceh Barat Kompol Aditya, Kapolsek Samatiga Ipda Bendi Suriyanto, beserta petugas BPBD setempat.
Proses pemadaman tidak berjalan sempurna, lantaran prasarana seperti pipa air yang menjadi media penyaluran air tidak terlalu panjang sehingga tidak bisa menjangkau kawasan titik api yang terus meluas membakar permukaan bawah gambut.
“Cuaca panas dan tiupan angin juga menyebabkan titik api tambah mudah meluas, persebaran titik api tidak bisa dikendalikan dengan peralatan sederhana. Tapi kita tidak menyerah, terus saling bahu- membahu memadamkan,” ucap Diyanto.
Ia memerintahkan prajurit TNI terus berupaya melakukan pemadaman, meskipun mengalami beberapa kendala, untuk membantu pihak BPBD melakukan pemadaman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan satelit mendeteksi 12 titik panas di wilayah Aceh, pada Senin sore, tersebar di enam kabupaten/kota di provinsi ujung barat Indonesia itu. (anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 1 =