Darmin: Posisi Kahiyang Jelas Dalam Etnis Mandailing

     Medan,jurnalsumatra.com – Posisi Kahiyang Ayu yang menikah dengan Bobby Afif Nasution sudah jelas dalam tatanan adat Mandailing setelah resmi ditabalkan sebagai keluarga besar marga Siregar.
Usai upacara adat pemberian gelar Siregar kepada Kahiyang Ayu di Medan, Selasa, Menko Perekonomian yang menjadi perwakilan keluarga Bobby Afif Nasution mengatakan, sesuai asas “dalihan natolu” (tiga unsur/tungku), Kahiyang Ayu menempati posisi “mora” bagi keluarga suaminya.
Dengan menerima mrga Siregar, maka puteri Presiden Joko Widodo tersebut memiliki posisi, hak, dan tanggung jawab tersendiri dalam etnis Mandaling.
“Pemberian marga itu supaya statusnya jelas di kalangan keluarga. Jadi, dia (Kahiyang Ayu) jelas dimana posisinya,” kata Darmin.
Kahiyang Ayu diberikan marga Siregar yang disesuaikan dengan marga ibu kandung Bobby Afif Nasution.
“Dalam adat Mandailing, itu artinya menikah dengan ‘boru tulang’ (anak perempuan paman). Jadi tatanan adatnya pas,” katanya.
Sebagai menantu, Kahiyang Ayu yang telah mendapatkan marga Siregar harus memanggil “amangboru” kepada keluarga Nasution.
Sedangkan sebagai keluarga “mora”, Kahiyang Ayu dan keluarganya jarus mendapatkan perhatian serius dari keluarga Bobby Afif Nasution yang menjadi “anak boru”.
:Kalau ada kesusahan, tidak perlu diundang, (Bobby dan keluarganya) harus datang,” katanya.
Dalam upacara adat pemberian marga tersebut, sejumlah raja adat menyampaikan harapan dann doa agar keberadaan Kahiyang Ayu “maroban sangap dohot mora” atau membawa berkah bagi keluarga.
Pihaknya juga meminta Bobby Afif Nasution untuk mengajari Kahiyang Ayu mengenai adat Maandailing, termasuk panggilan dalam keluarga.
“Jangan yang seharusnya ‘tulang’ dipanggil ‘amangboru”, nanti orang terkaget-kaget,” ujar Darmin.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 3 =