Data Jam Mengajar Tidak Update Sertifikasi Tidak Cair

Palembang, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang terus melakukan pembenahan karena banyak laporan di tahun 2017, para guru khusus SD dan SMP tidak bisa mencairkan tunjangan sertifikasinya. Hal ini disebabkan guru tidak mengupdate jam mengajarnya kepada operator sekolah, sehingga laporan jam mengajarnya tidak sampai 24 Jam.

Kasi Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik kota Palembang Haris Basid mengatakan, tahun 2018 ini Disdik kota Palembang melakukan pembenahan dalam pelayanan sertifikasi. Soalnya pada tahun 2017 lalu, Disdik dapat laporan bahwa ada beberapa guru baik di SD dan SMP tidak mendapatkan sertifikasi. “Perlu diketahui untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, guru harus melaporkan jam mengajarnya ke operator sekolah,” ujarnya.

Dia menambahkan, sekarang sistem laporan sendiri bersifat data online. Sehingga Kepala Sekolah diharapkan terus menghimbau atau mengingatkan guru agar tidak melupakan laporan jadwal mengajarnya.

“Karena akan berdampak seperti sertifikasi mereka telat atau tidak cair. Pasalnya jam mengajar guru tersebut harus dilaporkan atau diupdate, sehingga Pemerintah Pusat melihat dan bisa segera mencairkan dana sertifikasi guru,” bebernya.

Menurut Haris, rata-rata semua data sekolah haruslah melalui operator sekolah baik itu meminta bantuan mobile, bangunan dan dapodik sekolah.

“Beberapa minggu lalu kami¬† meminta Kepala Sekolah agar mensinkronisasikan data di sekolah dengan data lapangan, seperti hak siswa, hak gaji dan hak guru. Data ini yang dikirimkan operator sangat menentukan bagi kesejahteraan guru khususnya sertifikasi. Waktu itu pernah terjadi, dimana guru sudah mengajar selama 24 jam,¬† tetapi pada saat dilihat data jam belajarnya tidak terupdate, sehingga jam mengajarnya tidak sampai 24 jam. Tentu saja sesuai ketentuan peraturan, guru yang tidak sampai mengajar 24 jam tidak mendapatkan tunjangan sertifikasinya,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply