Deklarasi Banjar Dukungan Petani Cegah Kebakaran Gambut

      Banjar, Kalimantan Selatan, jurnalsumatra.com – Para petani menutup Jambore Masyarakat Gambut 2018 dengan Deklarasi Banjar yang berisi dukungan untuk pencegahan kebakaran di hutan dan lahan gambut.
Deputi III Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) Myrna Safitri di Banjar, Kalimantan Selatan, Senin, mengatakan petani dari 265 desa dan kelurahan di tujuh provinsi yang menjadi target restorasi telah mendeklarasikan komitmen mereka memelihara ekosistem gambut.
Terdapat empat poin penting Deklarasi Banjar yang dibacakan 14 perwakilan petani dari tujuh provinsi di hadapan Kepala BRG Nazir Foead, Duta Besar Kerajaan Norwegia Vigard Kaalee, dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.
Pertama, yakni dukungan para petani pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui restorasi gambut. Kedua, yakni kesiapan berpartisipasi dalam perlindungan gambut berbasis kerja sama dan kawasan.
Ketiga, yaitu kesiapan menjalankan pengelolaan lahan gambut tanpa bakar, keempat, desakan agar program restorasi gambut berbasis komunitas dan desa dipercepat dan diperluas.
Selain menjadi ajang promosi produk dan pertanian gambut, Myrna mengatakan para petani dan organisasi pendamping bersemangat mengikuti pameran dan pasar gambut.
Lebih lanjut ia mengatakan kelompok masyarakat gabungan desa-desa binaan BRG menyatakan selama dua hari jambore berlangsung telah mendapatkan omzet penjualan sebesar Rp8 juta.

“Ini jadi salah satu hasil jambore untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa gambut,” katanya.
Duta Besar Kerajaan Norwegia Vegard Kaalee ditemui sebelum penutupan Jambore Masyarakat Gambut 2018 itu, mengaku senang mendapat undangan untuk hadir pada jambore. Norwegia memiliki kerja sama baik berkaitan dengan restorasi gambut dan juga mengurangi deforestasi yang penting untuk persoalan iklim.
“Jadi saya hadir di sini bertemu banyak  petani dan semua produk dihasilkan sangat menarik dan menginspirasi,” ujar dia.
Norwegia memiliki komitmen besar kepada Indonesia untuk totalitas mengurangi deforestasi dan juga melakukan restorasi.
“Jadi kami bekerja sangat dekat dengan pemerintah, provinsi, sektor swasta dan LSM, untuk melihat bagaimana kita bisa mengembangkan kerja sama ini,” ujar Kaalee.
Jambore Masyarakat Gambut yang digelar dua tahun sekali oleh BRG kali ini dilaksanakan di Desa Kiram, Banjar, Kalimantan Selatan, selama 28 hingga 30 April 2018.
Kegiatan itu melibatkan sekitar 1.600 petani dan pembudidaya, ada pula 100 dai gambut, 100 LSM, serta 200 tamu saat pembukaan.(anjas)

Leave a Reply