Deklarasi Pilkada Bali Damai Jadi Komitmen Bersama

    Denpasar, Bali, jurnalsumatra.com – Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen (Pol) Petrus R. Golose mengharapkan penandatanganan deklarasi kesepakatan damai pasangan calon Gubenur Bali dalam Pilkada 2018, dapat menjadi komitmen bersama masyarakat Pulau Dewata dalam mewujudkan pesta demokrasi yang aman.
“Pilkada bukan hanya sekadar memperebutkan kursi nomor satu di Pulau Dewata, namun diharapkan mampu memimpin rakyat ini ke depannya lebih baik,” ujar Petrus R. Golose dalam sambutannya dalam acara deklarasi kesepakatan damai di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Selasa.
Dengan adanya deklarasi ini, Bali dapat menjadi barometer pulau bertoleransi yang harus menjadi komitmen semua anak bangsa khususnya masyarakat Bali yang akan melaksanakan Pilkada 2018 dalam menentukan pilihannya.
Jenderal bintang dua ini mengatakan, kegiatan ini menjadi sangat luar biasa karena mencerminkan Bali siap melaksanakan Pilkada 2018 secara aman, damai, tidak ada politik uang, kampanye hitam dan tidak menimbulkan isu SARA.
Ia meminta, pasangan calon tidak melakukan kampanye di tempat ibadah, karena akan berpotensi menimbulkan kerawanan dalam proses pelaksanaan Pilkada Bali, serta menimbulkan konflik sosial berkepanjangan.
“Saya mengharapkan kepada masing-masing pasangan calon yang akan melaksanakan kampanye pada 15 Februari 2018 bersama partai politik dan tim sukses agar berkampanye dengan baik sesuai dengan Undang-Undang yang belaku,” katanya.

     Dalam acara yang dihadiri Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, kedua pasangan calon Gubermur Bali (KBS-Ace dan Mantra-Kerta), Ketua KPU, Ketua Panwaslu, Ketua ORI Bali dan sejumlah tokoh agama.
Pihaknya mempercayai, filosofi Tri Hita Karana yang telah dijalankan masyarakat Bali harus tetap dipegang teguh, salah satunya guna mempertahankan hubungan baik antara manusia dengan tuhan, harmonisasi hubungan baik antara manusia dengan manusia, maupun hubungan baik antara manusia dengan tumbuhan.
“Komitmen yang dinyatakan bersama kedua pasangan calon pada hari ini mudah-mudahan menjadi komitmen seterusnya kepada mereka ke depan dalam memimpin Bali,” katanya.
Ia mengatakan, TNI/Polri akan besikap netral dan menjadi sistem pendingin dan filter dalam menjaga keamanan Pilkada Bali agar berjalan kondusif. “Kami akan tetap setia dalam proses demokrasi Pilkada Bali untuk Indonesia ke depannya lebih baik,” katanya.
Pria asal Manado ini menegaskan, siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bali nanti diharapkan akan memajukan Pulau Dewata lebih baik dan menjadi primadona untuk terus dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik.
Terkait dengan pengamanan Pilkada di Kabupaten Gianyar dan Klungkung sudah melakukan upaya yang sama dalam pengamanan dan monitoring secara berkala. “Dalam menciptakan kondisi aman dalam pelaksanakan Pilkada Bali hingga ke kabupaten,” katanya.
“Melihat situasi kemanan Pulau Bali hingga saat ini sangat masih kondusif dan sore ini (13/2) akan terjadi pengundian nomor urut pasangan calon Gubernur Bali,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − 4 =