Delapan Desa di Tanah Laut terima BLT DD

Pelaihari, jurnalsumatra.com – Delapan desa di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

  Bupati Tanah Laut Sukamta di Pelaihari Kamis mengatakan, bantuan sosial yang telah disalurkan di wilayah Kabupaten Tanah Laut, kini tidak kurang dari Rp20 miliar, di antaranya bantuan di delapan desa tersebut.

  Delapan desa yang menerima bantuan tersebut yaitu, Desa Kait-Kait, Banyu Irang, Bentok Kampung, Sambangan, Liang Anggang, Ujung Baru, Ujung dan Desa Benua Raya.

  Secara keseluruhan, terdata 685 kepala keluarga (kk) yang menerima bantuan di delapan desa tersebut dengan rincian untuk Desa Kait-Kait sebanyak 92 kk, Desa Banyu Irang 100 kk, Desa Bentok Kampung 96 kk, Desa Sambangan 32 kk, Desa Liang Anggang 41 kk, Desa Ujung Baru 141 kk, Desa Ujung 80 kk dan Desa Benua Raya 103 kk.

  Menurut Sukamta, BLT DD bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harapan tidak ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

  Bahkan, sebut dia, penyaluran BLT DD sudah melalui musyawarah desa untuk menentukan siapa yang berhak menerima BLT tersebut.

  Di hadapan warga, Sukamta menceritakan, pernah suatu ketika dirinya menemukan salah seorang warga yang rumahnya tidak layak, namun memiliki kebun karet seluas 9 hektare dan mempunyai 10 ekor sapi.

  Hal itu, kata dia, menunjukkan rumahnya kurang layak belum tentu layak untuk mendapat bantuan dikarenakan kondisi ekonominya masih baik dan masih bisa memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.

  Sukamta menegaskan, kepada satgas desa untuk mengawasi warung-warung yang berjualan dan sering menjadi tempat persinggahan orang luar Tanah Laut, sebab beberapa desa di Kecamatan Bati-Bati berada dipinggir jalan trans Kalimantan dan menjadi tempat persinggahan orang-orang luar.

  Dirinya juga meminta, pemerintahan di desa untuk memastikan shalat di masjid adalah warga asli desa tersebut.

  “Tolong dicatat para pedagang warung-warung itu, supaya nanti secara berkala bisa dilakukan rapid test terhadap mereka,” pintanya.(anjas)