Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Berujung Ricuh

Palembang, jurnalsumatra.com – Aksi demonstrasi gabungan mahasiswa dari Universitas negeri dan swasta  seluruh Sumsel yang tergabung dalam Gerakan Sumsel Melawan Asap  terkait ketidak seriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (17/9) berujung ricuh.

Ratusan mahasiswa sejak awal aksi meminta untuk Gubernur Herman Deru menemui mereka. Namun Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dan  Wakil Kapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setyawan yang  menemui massa aksi  namun kedatangan Wakil Gubernur Sumsel mendapatkan penolakan kalangan mahasiswa sehingga hingga meninggalkan tempat aksi.

Mawardi kemudian coba menemui para mahasiswa dan menyebut gubernur tak ada di Palembang. Pernyataan Mawardi pun membuat panas mahasiswa.

“Kami tidak mau wakil, tidak mau wakil gubernur yang menemui. Kami semua mau gubernur hadir dan membuat janji kepada rakyat di sini,” kata Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), Nikmatul Hakiki Febriawan.

Wakil Gubernur yang mendengar kalimat itu pun tampak kesal. Namun dia sempat menyebut gubernur tengah berada di luar kota meninjau kebakaran lahan bersama Pangdam dan Kapolda.

Menurut Mawardi bukan hanya kalian saja yang merasakan (kabut asap), tapi seluruh warga Sumsel.

.“Tapi kalau kalian mau menemui Pak Gubernur langsung, silahkan tunggu sampai sore, atau sampe besok. Wassalam,” singkat Mawardi sambil meninggalkan massa aksi.

Mahasiswa yang mendengar ucapan wakil Mawardi Yahya pun kemudian bersorak. Mereka melanjutkan aksi di halaman gubernur dengan diselimuti kabut asap yang mulai pekat.

Tidak lama Mawardi meninggalkan para mahasiswa, Wakil Kapolda Brigjen Rudi coba berkomunikasi dengan mahasiswa. Namun saat dia minta naik ke atas mobil komando, Rudi ditolak.

Beberapa anggota mencoba mengawal Rudi ke mobil komando. Namun tetap ditolak sampai akhirnya mahasiswa dan polisi terlibat bentrok.

Terlihat jelas botol mineral, kayu hingga tongkat melayang. Baik dari arah polisi maupun arah mahasiswa yang menolak Rudi merapat.

“Jangan naik, jangan naik, polisi jangan mendekat,” teriak orator dari atas mobil komando.

Akibat aksi itu, terlihat beberapa polisi terluka. Termasuk seorang mahasiswa ada yang mengalami luka di kening.

Melihat kondisi itu, Wakil Kapolda Rudi meminta polisi dan mahasiswa untuk menjaga jarak. Bahkan Wakil Kapolresta Palembang, AKBP Andes Purwanti juga ikut menenangkan situasi. Hingga ini mahasiswa masih bertahan di Pemprov Sumsel.(udy)