Desa Caturtunggal Bentuk Satlakar di Padukuhan

Sleman, jurnalsumatra.com – Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, satu-satunya desa di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah membentuk Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar).

Untuk mewujudkan lingkungan yang aman terhadap bahaya kebakaran serta terwujudnya kesiapan, kesigapan dan keberdayaan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran, Pemerintah Desa Caturtunggal bentuk Satlakar di 20 padukuhan dengan personel sebanyak 146 orang.

Berkaitan hal itu, Satlakar padukuhan se-Desa Caturtunggal dilantik Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso, S.Psi, Sabtu (24/8/2019).

“Satlakar itu bertugas mewujudkan lingkungan yang aman terhadap bahaya kebakaran serta mewujudkan kesiapan dan kesigapan dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran,” papar Agus Santoso.

Kepala Desa Caturtunggal selalu berupaya lakukan pengamanan lingkungan dari bencana dan konflik sosial. “Semoga inovasi yang kami lakukan bisa mewarnai 85 desa lainnya untuk memberdayakan masyarakat,” kata Agus Santoso, yang ucapkan selamat bertugas kepada Satlakar Padukuhan Manggung, Karangwuni, Kocoran, Blimbingsari, Sagan, Samirono, Karangmalang, Karanggayam, Mrican, Santren, Papringan, Ambarrukmo, Gowok, Nologaten, Tempel, Janti, Ngentak, Tambakbayan, Kledokan dan Seturan.

Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso, S.Psi, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap segala bentuk kegiatan yang dilakukan seluruh padukuhan di Desa Caturtunggal. “Semoga semakin memacu semangat dan motivasi untuk memperkuat rasa kebersamaan,” kata Agus Santoso.

Menurut Agus, desa Caturtunggal punya kegiatan positif dan bermanfaat yang menilai adalah masyarakat. Sebagai pelaku seni, Agus Santoso selain menggemari juga berkomitmen penuh untuk nguri-uri segala sesuatu yang berkaitan dengan seni maupun budaya.

Dan secara bertahap bantuan peralatan tanggap bencana akan diberikan kepada 20 padukuhan yang ada di Desa Caturtunggal.

Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat jika terjadi bencana kebakaran di wilayah yang sulit terjangkau, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman akan membentuk Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) di tiap desa. 

“Di mana akan dibentuk pos tanggap bencana dan akan disiagakan minimal satu personel tiap desa yang dilengkapi alat untuk pecegahan dan penanggulangan pertama kebakaran,” kata Tri Widodo Purnomo, S.Sos dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman.

Pembentukan Satlakar ini, menurut Tri Widodo Purnomo, ditujukan untuk memudahkan koordinasi antara warga dan petugas Damkar dalam penanganan pertama ketika terjadi kebakaran. “Pembentukan Satlakar ini untuk mengantisipasi lokasi kebakaran yang cukup memakan waktu,” kata Tri Widodo Purnomo.

Ke depan, jika semua desa sudah memiliki anggota Satlakar, maka dibentuk Pos Satlakar yang digunakan sebagai tempat pelatihan serta pembinaan bagi petugas Satlakar. “Keberadaan Satlakar ini dapat mencegah bencana kebakaran yang bisa terjadi kapan saja,” papar Tri Widodo Purnomo, didampingi Kasi Pemerintahan Desa Caturtunggal Andi Sofyan, M.Pd.

Ditambahkan Agus Santoso, faktor utama terjadinya kebakaran adalah api yang tidak terkendali. Maka dari itu Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, membentuk Satlakar untuk dibina dan dilatih memadamkan serta mengendalikan api sebagai bentuk upaya pencegahan.

“Harapan ke depan, semoga pemerintah dapat membantu menunjang fasilitas sarana dan prasarana seperti pengayaan alat pemadam kebakaran api ringan,” kata Agus Santoso. (affan)