Dewan Desak Travel AT Transparan Dana Jamaah

    Makassar, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif mendesak pihak pengelola travel perjalanan haji dan umrah PT Abu Tours (AT) agar transparan dengan pengelolaan dana milik jamaah.
“Pemilik Abu Tour harus terbuka kepada jamaah tentang kepastian keberangkatan umrah supaya tidak ada lagi yang melaporkan ke Polda untuk menarik dananya,” kata Sahar-sapaan Syahruddin Alrif di  Makassar, Kamis.
Meskipun dirinya pernah dihubungi pihak manajemen Abu Tours secara positif dengan menyampaikan sudah ada pertemuan dengan pihak terkait seperti Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, kepolisian dan pihak lain terkait keberangkatan jamaah umrah, tetapi itu belum menjamin adanya kepastian.
“Sudah bagus ada upaya mereka mau berkomunikasi terbuka seperti ini kepada kami. Tetapi tinggal realisasinya kapan, supaya ada penyampaikan kepada masyarakat atau jamaah untuk tidak khawatir,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga mendesak agar pengelola travel Abu Tours menyampaikan secara terbuka kepada publik bahwa siap memberangkatkan atas komunikasi yang sudah terbangun dan didukung dengan pendanaan dari pihak ketiga.
Menurut dia, DPRD Sulsel merupakan perwakilan rakyat yang menjembatani masalah ini, sebab kewajiban dewan menerima aspirasi dan keluhan masyarakat untuk diselesaikan.
“Pihak Abu Tour harus terbuka agar kami punya alasan serta dasarnya untuk menyampaikan kepada mereka, sehingga tidak lagi datang ke DPRD meminta haknya. Jangan malah membuat masyarakat tambah panik dengan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, sebab ini bisa jadi efek domino,” tegas Sekertaris DPW Partai NasDem Sulsel itu.
Sebelumnya, Komisi E DPRD Provinsi Sulsel dipimpin Syaharuddin Alrif melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor PT Abu Tours di Jalan Baji Gau Makassar untuk bertemu pimpinannya, namun sayang orang yang dicari tidak berada di tempat.
Bahkan, kata Sahar, saat sidak berlangsung salah seorang jurnalis, Fadly mendapat perlakuan kekerasan dari oknum Satpam PT Abu Tours.
Sementara pihak travel PT Abu Tours melalui pemiliknya, Hamsah Mamba malah mengeluarkan maklumat yang dinilai sangat memberatkan jamaah dengan tiga opsi, antara lain meminta jamaah membayar Rp6 juta tambahan dana dengan syarat mengajak dua jamaah baru, masing-masing jamaah baru membayar Rp21 juta.
Kedua, jamaah lama diminta menambah Rp10 juta dan mengajak satu jamaah baru dengan harga Rp21 juta, dan opsi ketiga, jamaah lama wajib membayar Rp15 juta dan berhak mendapatkan bonus voucher umrah tiga lembar dengan nilai per voucher Rp5 juta.
Sementara untuk pembayaran penambahan biaya tidak dilakukan di Abu Tours tetapi melalui rekening ‘scorrd accord’ bank mitra untuk menjamin keamanan dana jamaah dan kepastian pemberangkatan setelah penambahan biaya tersebut.
Alasannya, sesuai aturan Kementerian Agama melalui Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus tahun 2018 yang menetapkan harga standar minimal umrah Rp20 juta dan penetapan pajak progresif lima persen oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia.

                  Hasil Pertemuan Abu Tours
Berdasarkan hasil rapat koordinasi Abu Tours bersama H Aksa Mahmud, Kepala Kantor Kanwil Kemenag Sulsel, Bank Bukopin, dan Agen serta Mitra Abutours yang diterima ANTARA tertuang 10 poin.
Pertama, Aksa Mahmud mengatakan “saya mau Abu Tours menjadi kebanggaan Sulsel untuk keluar dari masalah ini. Abu Tours harus dimiliki dan dibantu bersama seperti melalui kepemilikan saham oleh agen atau mitra”.
“Kita harus berusaha bersama agar semua jamaah 2018 berangkat tahun ini,” kata Aksa dalam pertemuan itu.
Kedua, koordinasi intensif dengan Kementerian Agama mengenai krisis Abu Tours. Kakanwil Kemenag Sulsel Wahid Tahir pada kesempatan itu tidak mempersoalkan hal lain selain memastikan Abu Tours bagaimana bisa memberangkatkan seluruh jamaah.
Dirinya menegaskan selama Abu Tours masih mampu memberangkatkan jamaah akan terus mendukungnya.
Ketiga, untuk sementara maklumat yang dikeluarkan tetap berjalan. Skenario pemberangkatan jamaah tetap menggunakan opsi yang tertuang dalam maklumat. Skenario dalam maklumat terutama bagi jamaah yang mau dan mampu, sedangkan jamaah yang belum mau dan mampu tetap diharapkan kesabaran dan doanya.
Keempat, Kantor PT Abu Tours tetap beroperasi di Jalan Baji Gau dan Jalan Andi Pangeran Pettarani. Kelima, Abu Tours akan dikelola bersama dengan agen atau mitra dengan kepemilikan bersama atau share saham Abu Tours. Keenam, manajemen Abu Tours akan diaudit secara rutin oleh Akuntan Publik.
Ketujuh, dilaksanakan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bank Bukopin, PT Abu Tours, dan perwakilan mitra agen sebagai jaminan keamanan dana tambahan yang disetor oleh jamaah. Kedelapan, agen atau mitra akan mengawasi mekanisme pemberangkatan jamaah.
Kesembilan, akan dibentuk tim mekanisme pemberangkatan dan akan dibuatkan Surat Keputusan (SK). Sepuluh, PT Abu Tours tetap berkomitmen akan memberangkatkan seluruh jamaah hingga kemampuan perusahaan memungkinkan.
Kesepakapatan semua pihak tersebut ditetapkan di Makassar pada 14 Februari 2018.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =