Diduga, Ada Stiker Balon Bupati Dalam Herbisida Sistemik

BANYUASIN, SUMSEL, Jurnalsumatra.com – Ketua Gapoktan Desa Daya Kesuma jalur 14 Jembatan 3 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin, Kasbani diduga telah menyalagunakan bantuan pemerintah pusat dalam rangka mendukung program percepatan tanam 2017, untuk pemenangan Balon Bupati Banyuasin tertentu.

Pasalnya, pada saat pembagian herbisida Sistemik untuk mengendalikan gulma SIDAMIN 865 SL yang diperuntukan untuk para petani di wilayah ini, diduga dipasang stiker Balon Bupati Banyuasin Ir H Syaiful Bakhri AR MSi,  yang seolah-olah herbisida tersebut bantuan yang bersangkutan.

Padahal di kotak herbisida tertulis jelas bahwa herbisida Barang Bantuan Pemerintah tahun 2017 dan tidak diperjualbelikan dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan Pilkada Banyuasin apalagi mengatasnamakan bantuan dari Balon Bupati tertentu.

Tindakan yang dilakukan Ketua Gapoktan ini merupakan tindakan konyol penuh kecurangan bahkan tindakan ini bisa di pidanakan.

Sontak saja, perilaku tidak terpuji yang dilakukan Ketua Gapoktan ini menjadi buah bibir para petani dan masyarakat di wilayah eks transmigrasi tersebut.

“Kami heran, Herbisida bantuan pemerintah kok dipasang Stiker Balon Bupati Syaiful Bakhri oleh Ketua Gapoktan,”kata salah seorang petani yang minta namanya tidak ditulis.

“Emangnya balon bupati ini siapa, kan udah mundur dari Kepala Dinas, jadi kapasitas dia ngak jelas, ya kalau mau kasi bantuan jangan gunakan bantuan pemerintah lah,”kata bapak tiga putra ini.

Apalagi terang dia, di kotak  herbisida itu jelas tertulis Barang Bantuan Pemerintah tahun 2017 dan tidak diperjualbelikan.

“Seolah-olah dengan dipasang stiker, herbisida ini bantuan dari Pak Syaiful. Ini ngak benar,  harus ada tindakan tegas dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel maupun Dinas Pertanian Banyuasin, bahkan aparat pengak  hukum dapat bertindak, karena telah menyalahgunakan bantuan negara,”katanya.

Dirinya berkenyakinan, tidak hanya Herbisida saja bantuan alsintan seperti Jonder dan Kombenpun kemungkinan dilakukan praktik curang seperti ini.

“Di kelompok tani itu kan ada bantuan alsintan Jonder dan komben,tidak menutup kemungkinan Ketua Gapoktan bilangnya ini bantuan Pak Syaiful juga,”katanya.

Di Desa Daya Kesuma ada 16 Kelompok tani dimana setiap kelompok tani paling sedikit anggotanya ada 25 orang. Dan pembagian bantuan herbisida ini dilakukan di rumah Ketua Gapoktan Kasbani beberapa hari lalu.

“Ketua Gapoktan selalu mempengaruhi anggota kelompok tani bahwa bantuan ini merupakan dari pak Syaiful, memang secara kelompok dia tidak ngomong tetapi secara individu dia kencang bilang bahwa bantuan ini dari hasil perjuangan dan bantuan pak Syaiful,” katanya.

Dia berharap ini ada tindakan tegas karena sudah menyalahgunakan bantuan pemerintah. Seperti diketahui, dalam rangka mendukung upaya percepatan tanam padi di Provinsi Sumsel termasuk di Kabupaten Banyuasin tahun 2017, maka Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumsel memberikan bantuan stimulan kepada petani padi berupa Herbisida (racun rumput) dengan merk dagang Sidamin,

Sidamin termasuk jenis herbisida yang digunakan untuk penyiangan gulma pada tanaman padi, bantuan herbisida tersebut dibiayai oleh APBN TA. 2017 yang proses pengadaan dan pendistribusiannya kepada kelompok tani dilakukan sendiri oleh Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumsel.

Kemudian,volume bantuan herbisida tersebut yaitu sebanyak 3 liter/ha, bantuan herbisida ini bersifat gratis dan tidak boleh diperjualbelikan.

Bantuan herbisida tersebut semata-mata untuk mendukung program percepatan tanam padi tahun 2017 dan tidak ada kaitannya dengan Pilkada 2018 di Kabupaten Banyuasin apalagi mengatasnamakan bantuan dari balonbup tertentu.

Ketua Gapoktan Daya Kesuma, Kasbani membantah jika dirinya menyalagunakan bantuan pemerintah untuk mendukung bakal calon Bupati Syaiful Bakhri.

“Ngak benar kalau saya dibilang memanfaatkan bantuan pemerintah untuk meminta petani dukung balon Bupati Syaiful Bakhri,”katanya.

Dijelaskan Kasbani, terkait foto stiker Balon Bupati Syaiful Bakhri diatas kardus herbisida bantuan pemerintah yang diterima petani itu keinginan para petani.

“Sebelum rapat dirumahnya, Minggu malam (24/10/2017) mereka minta stikernya pak Syaiful. Saya bilang jangan di tempel,kalau sekedar di foto silahkan bersamaan dengan penyerahan bantuan herbisida tersebut,”katanya.

Jadi ini inisiatif petani sendiri dan tidak ada perintah siapa-siapa. “Saya juga nggak pernah minta petani dukung pak Syaiful kok, pada saat rapat Pak Sekdes dan kadus hadir dalam rapat ini. Tidak sekalipun saya tidak pernah sebut bahwa Herbisida ini bantuan dari Pak Syaiful,”katanya.

Dia bersumpah, demi Allah saya tidak pernah menyebut bahwa ini bantuan dari pak Syaiful, silahkan tanya dengan 523 anggota kelompok tani dari 16 kelompok, “kata Kasbani.

“Kehilapan saya difotonya bersamaan dengan penyerahaan bantuan,  padahal ngak ada kaitan sama sekali,” aku Kasbini.

Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, H Syuhada Adjis Umar belum bisa di konfirmasi. Sedangkan pejabat lainnya di lingkup Dinas Pertanian tidak bersedia memberikan komentar. “Saya kira yang mesti jawab ini, pak kadis mas, “kata seorang pejabat Dinas Pertanian yang minta namanya tidak di tulis dalam pemberitaan ini. (Lubis/Bio)

Leave a Reply