Diduga Dua Anggota Polres Banyuasin Dilaporkan Ke Polda

Banyuasin, Jurnalsumatra.com – Gandeng Pengacara M. Wisnu Oemar, SH.,MH. Zainudin laporkan  Dua Oknum Anggota Polres Banyuasin Kepolda Sumsel yang telah melakukan penggeledahan , pengambilan barang dan Penganiayaan.

Berdasarkan nomor : 20/MWO/VII/2020 Perihal laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (pasal 365 KUHP) dan dugaan Tindak Pidana Perbuatan Tidak Menyenangkan (Pasal 335 ayat (1) ke -1e KUHP) Dilakukan Diduga oleh Brigadir FS dan Diduga  Bripda N. 

Wisnu Oemar menjelaskan, klien kami Zainudin bertempat tinggal di rumah petak (bedeng) di JL. PU belakang Puskesmas Kenten Laut Kabupaten Banyuasin Pada dini hari sekira pukul 03.00 WIB hari Ahad tanggal 12 Juli 2020, ditempat tinggalnya ini klien kami  pada saat itu tengah berada di dalam kediamannya tiba – tiba pintu kediamannya diduga didobrak secara paksa oleh Brigadir FS Yang memegang pistol jenis FN warna Putih dan menanyakan “Dimana sabu 2 Kilogram?” seraya diduga memukul wajah klien kami lalu klien kami Zainudin berteriak kesakitan dan diduga diancam akan ditusuk dengan pisau oleh  salah seorang kawan dari  Brigadir FS untuk tidak berteriak selanjutnya klien kami Zainudin berdiam diri dan ketakutan,  membiarkan mereka menggeledah seisi rumah dan mengambil barang-barang milik klien kami.

” Ada 3 (tiga) Handphone yakni  1 (satu) unit merek Oppo, dan 2 (dua) unit merek Nokia dan 1 (satu) unit Powerbank serta 1 (satu) unit korek api gas berbentuk pistol,”katanya seraya meneruskan ucapan diduga oknum tersebut “Ambil di Polda Handphonenya dan diduga mereka mengaku dari Polda,”ucapnya.

Kemudian pada hari Senin tanggal 13 juli 2020 lanjut Wisnu Oemar, klien kami dan keluarga mendatangi Polda Sumatera Selatan untuk menanyakan petugas yang menggeledah rumahnya / kediamannya, akan tetapi tidak ada aparat yang menyatakan ada petugas berbuat sedemikian dari Polda Sumatera Selatan. 

Karena diduga tidak ada kontek tugas yang jelas dan diduga tidak ada prosedur yang dilakukan oleh diduga Brigadir  FS dan diduga  Bripda N , sampai saat ini barang-barang yang diambil oleh para diduga tidak dikembalikan kepada klien kami  dengan demikian diduga keras Tindakan sedemikian masuk unsur – unsur Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan secara bersama-sama dan diduga masuk unsur-unsur Tindak Pidana Perbuatan Tidak Menyenangkan sebagaimana Pasal 365 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) Ke – 1e dan ke – 2e KUHP.

Ditambahkan Wisnu Oemar,  sepengetahuan kami diduga keras pelaksanaan penggeledahan dan pengambilan barang-barang milik klien kami diduga tanpa prosedur hukum acara Pidana dan diduga tanpa Surat Perintah Penggeledahan diduga tanpa Surat Perintah 

Penyitaan dan atau  tanpa surat Persetujuan Penggeledahan dari ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Balai diduga tanpa Surat Persetujuan Penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Balai.oleh karenanya, klien kami Zainudin telah membuat Laporan terhadap diduga Brigadir FS dan diduga kawan – kawannya ke Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisi an Negara Republik Indonesia. 

Sementara itu , ketika dikonfirmasi , Selasa (21/7/2020) Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar S.IK melalui Kabag Ops Polres Banyuasin Kompol MP Nasution membantah Anggota Polres Banyuasin lakukan penggeledahan dan pengambilan barang milik Zainudin.

“Keduanya memang benar anggota kita dan sudah diperiksa Propam Polda Sumsel dan mereka tidak mengakui telah melakukan penggeledahan,”ucap Kabag Ops.

Diterangkan Nasution, dalam waktu dekat, baik pelapor dan terlapor akan ditemukan.

“Keduanya akan kita temukan apakah memang benar kedua terduga itu yang melakukan,”ucapnya.

Ditambahkan Nasution, jika memang benar keduanya melakukan tindakan tersebut maka akan kita proses. (BIO)