Diduga, Insentif Guru Ngaji Tidak Dibayar Kades

Lahat, jurnalsumatra.com – Ternyata bukan hanya hasil fisik pekerjaan dana desa tahun 2019, saja yang dinilai terindikasi telah merugikan negara, warga Desa Karang Endah Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, juga melaporkan oknum Kades Karang Endah diduga belum membayar uang insentif guru ngaji sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2020.

Laporan warga Desa Karang Endah Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat tersebut, dilayangkannya pada Senin (29/06/2020), kedinas Insfektorat Kabupaten Lahat, dan memintak dinas ini dapat segera turun kelapangan, untuk membuktikan laporan mereka.

“Ada beberapa aitem pekerjaan dana desa yang kami pertanyakan yakni, pembangunan Jl setapak, Jl usaha tani, tidak mengantongi surat hibah atas pembangan Jl tersebut,” kata Jon salah satu wakil BPD Desa Karang Endah Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat, pada Rabu (01/07/2020), kemarin.

Tidak itu saja, sambung Jon, warga juga mempertanyakan atas pemberhentian salah satu perangkat desa dibidang KAUR Pembanggunan, serta tidak dibayarnya uang insentif guru ngaji Desa Karang Endah, sejak tahun 2019 – 2020 ini.

“Untuk itu, kami mendatangi dinas Insfektorat Kabupaten Lahat, guna melaporkan kejadian atau keluhan warga desa karang endah karena pembangunan jalan setapak, jalan usaha tani, tidak mengantpngi surat hibah,” ucap Jon.

Untuk diketahui, menurutnya, pembangunan jalan setapak usaha tani tersebut, dinilai tidak ada azaz manfaatnya bagi warga Desa Karang Endah. Terlebih lagi, Jl Setapak sepanjang lebih kurang 280 meter itu, menuju kekebun pribadi milik oknum Kades Karang Endah, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat.

Jon menguraikan, jalan yang dibangun tidak mengantongi surat hibah tanah. Nah, ketika dilakukan pemagaran dari situlah konflik mulai melebar dan berimbas pada pemecatan perangkat desa bagian Kaur Pembangunan yang tidak lain saudara dari pemilik Lahan yang dibangun oleh Oknum Kades.

“Wajar kalau warga protes, kepala desa tidak ijin lagi membangun proyek jalan usaha tani tersebut, emangnya Lahan itu milik Pemerintah. Untuk itu, kami sangat berharap dinas Insfektorat Lahat dapat memanggi kami warga agar bisa memberikan penjelasan secara rinci terkait masalah yang ada,” katanya lugas.

Sementara, Findi dan Antok warga Desa setempat menyampaikan, keinginan masyarakat tidak banyak hanya berharap dinas Insfektorat dapat turun kelapangan atau memanggil warga yang ada. Tujuannya, supaya bisa memberikan penjelasan secara detail.

“Ini janji kami, walaupun tidak ada dukungan dari Ketua BPD Desa Karang Endah, dan meperiksa langsung pembangunan jalan Usaha Tani yang diambil dari dana Desa Tahum 2019. Permasalan yang ada sudah banyak sekali dan terkesan tidak ada tindakan tegas yang diambil instansi terkait. Uang Insentif Guru Ngaji dari 2019 sampai sekarang tak kunjung dibayar,” terang Findi.

Terpisah, kepala desa (Kades) Karang Endah Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Torangga ketika ditemui dikediamannya, tidak berada ditempat hingga, berita ini diturunkan.

“Pak kades tidak ada, keluar tidak tahu kemana,” ucap istri kades menjawab wartawan online jurnalsumatra.com saat menyambangi kediamannya, kemarin. (Din)