Diduga, Kemenakan Titip Saham Paksa

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Malang nasib dialami Mawar (bukan nama sebenarnya) warga desa Rejosari Kecamatan Sungai  Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kenapa tidak, sudah empat belas tahun menikah belum dikaruniai anak, dirinya juga harus menanggung malu, karena diperkosa keponakan suaminya sendiri berinisial AR salah-satu kepala dusun (Kadus) di desa tersebut.

Perbuatan bejat itu terjadi rabu (14/11/2017) sekitar pukul 8.00 wib, ketika korban sedang menyadap karet diladang. Menariknya disini pada umum nya lelaki naik pitam ketika mendengar istrinya diganggu laki-laki lain, sementara suami Mawar diduga memihak pelaku karena takut perpecahan hubungan keluarga.

Hal ini membuat korban kecewa dan pulang ke-rumah orang tua, bahkan perempuan lugu ini relah putus tali perkawinan demi mempertahankan harga diri. Tidak hanya itu untuk mencari ke-adilan ia juga melaporkan pelaku ke Unit Satreskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Muba Senin (4/12/2017).

Kepada wartawan Jurnal Sumatra.com Mawar menjelaskan, bahwa kronologis bermula pelaku yang juga menyadap karet disekitar itu, tiba-tiba mendatangi korban dan mengajaknya berhubungan intim. Mendapat ajakan tak senono itu korban pun menolak sambil berlari. Tapi diduga pelaku sudah kerasukan setan alias Berat Ujung (BU), maka pelaku mengejar dan mendorong membuat korban hingga terjatuh akhirnya terjadilah pemerkosaan.   .

“Kebun karet yang saya sadap memang dekat dengan kebun karet sadapan pelaku. Waktu kejadian saya menangis dan menjerit meminta pertolongan namun teriakan saya tidak terdengar oleh warga karena jarak TKP jauh dari pemukiman. Disini saya juga mengadakan perlawanan, namun sia-sia, apalah artinyo pak tenaga wong betino musuh wong lanang,”Keluhnya dengan logat jawa.

Menurut Mawar usai melakukan napsu bejatnya pelaku kembali menyadap karet, sementara dirinya pulang dan melaporkan ulah pelaku dengan kepala desa. Tapi menurut korban kades tidak bisa mengambil keputusan karena harus menunggu suami korban yang sedang bekerja menjadi kuli siolo.

“Malamnya suami saya pulang, lantas kami dipanggil pak kades disitu istri pelaku juga hadir. Dalam musyawarah itu pelaku mengakui perbuatannya bahkan dihadapan kades pelaku mengatakan  bahwa dia melakukan perbuatan itu biar saya hamil karena saya tidak punya anak. Kato bini nyo apo dio mintak dengan kau sampai-sampai kamu melakukan perbuatan itu.

Kemudian pelaku juga ngajak damai dengan uang satu juta agar jangan sampai permasalahan dilaporkan ke polisi. Kalau suami aku galak damai, mungkin dia tidak mau hubungan keluarganya hancur sebab kades dan pelaku itu ponaan kandung dia. Kalu aku dak galak karena ini menyangkut harga diri. Rencananya aku minta diceraikan bahkan untuk mencari keadilan saya didampingi salah seorang aktivis melaporkan permasalahan ini ke Polres Muba.”Jelasnya.   (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 4 =