Diduga Oknum BPD Terlibat Mencuri Buah Sawit


Muba, jurnalsumatra.com – Miris belum lama dilantik Salim (30) salah-satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Tenggaro Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin (Muba) dikhabar tersandung kasus pencurian buah kelapa sawit.

Oknum BPD ini digugat oleh masyarakat Tenggaro khususnya warga Dusun.6 karena diduga terlibat dalam pencurian buah sawit milik Suwari, warga desa karya maju. A1.Kecamatan Keluang Muba. 

Peristiwa pencurian tersebut terjadi (21/6/2019) , dan dilakukan bersama kedua rekannya yakni, AlHidayat (34) warga dusun.5. RT. 7 dan Nasrul Hidayat (32) warga Dusun. 5.RT.4 desa Tenggaro Kecamatan. Keluang.

Diduga para tersangka sudah sering melakukan pencurian buah sawit dengan cara memanen sendiri. Hanya kali ini ketiganya kurang beruntung, pasalnya aksi mereka kepergok oleh Babinsa desa Tenggaro Fathul. Dikarenakan kebun kelapa sawit yang mereka curi berdampingan dengan Kebun Fathul (Babinsa) yang kebetulan saat itu sedang berada dikebun.

Merasa Curiga dengan gerak-gerik para pelaku, Fathul langsung menyelidikinya. benar saja setelah diintai ternyata ketiganya sedang memanen buah kelapa sawit milik korban Suwari. Kemudian Fathul pulang ke rumah dan langsung menghubungi kepolisian melalui via hendpone, tak lama kemudian ketiga pelaku langsung diamankan oleh pihak Pospol Karya Maju.

Setelah dilakukan musyawarah antara korban dengan pihak pelaku disaksikan Kades Tenggaro Muksin dan Kades Karya Maju Yasbudaya, akhirnya mereka sepakat untuk berdamai. pihak pelaku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, pihak korban pun memaafkan perbuatan para pelaku.

Tapi meskipun telah terjadi perdamaian antara kedua belah pihak, bukan berarti permasalahan selesai, khususnya untuk pelaku Salim yang belum lama menjabat sebagai anggota BPD. Merasa tidak senang dengan prilaku oknum BPD yang terbukti ikut serta dalam kasus pencurian buah kelapa sawit itu,  warga dusun.6 desa Tenggaro menggugat, supaya jabatan Salim dibatalkan atau diberhentikan sebagai anggota BPD.

Kepada awak media Badarudin (60) selaku ketua kelompok peduli masyarakat Tenggarong (KPMT) yang sekaligus menjabat ketua adat Desa tenggaro mengatakan, “Kami tidak mau BPD, wakil dari dusun kami ternyata seorang pencuri.”Tegas Badarudin.

Dijelaskannya, kami sudah menghadap Kades agar oknum BPD terpilih itu dibatalkan atau tidak dilantik, karena pencurian tersebut terjadi sebelum adanya pelantikan serentak kemarin oleh Bupati. Namun entah kenapa dan Apa alasannya, Kades justru terkesan mempertahankan oknum BPD tersebut, sehingga tetap ikut dilantik.

Saya heran sama Kades, mau jadi apa desa ini, oknum begitu kok masih dipertahankan. Padahal warga sudah tanda tangan dan buat pernyataan supaya oknum BPD tersebut dibatalkan atau tidak usah dilantik.”Sesalnya.

Menurut Badarudin, meskipun oknum BPD tersebut sudah dilantik, tetapi mereka tetap akan melaporkan masalah ini ke dinas terkait. 

“Kami minta masalah ini segera diselesaikan,

bila perlu saya bersama warga Dusun.6 mendatangi kantor PMD Sekayu.”kata dia.

Ketika dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp Kades Tenggaro Muksin mengatakan kalau dirinya  sedang ikut Bimtek di Malang Jawa Timur.”Saya lagi di Malang ikut bimtek, Tunggu saya pulang. nanti kita selesaikan. “,Jawab Kades 

Sementara itu, Kadis PMD Muba. RICHARD CAHYADI saat ditemui awak media diruang kerjanya, Jumat (12/7/2019) dengan tegas mengatakan.

“,Saya akan Panggil Kades tenggaro dan oknum BPD tersebut. “saya juga tidak mau aparatur desa kelakuannya tidak baik begitu. “.kan sudah jelas, Salah satu syarat untuk menjadi BPD adalah berkelakuan baik dan mempunyai SKCK dari pihak Kepolisian.” Jelas Richard Cahyadi.

Ditegaskannya, jika terbukti bersalah, maka hanya ada dua pilihan yang akan diberikan kepada oknum BPD tersebut. “yaitu, mau mengundurkan diri secara baik-baik atau diberhentikan dengan tidak hormat. “Tegasnya. (Rafik elyas)