Diduga Penggantian Ketua Adat Babat Supat Sepihak

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Penetapan Amin Sapri menjadi pemangku adat marga ex Teluk Kijing dalam menggantikan Abu Salim (74) ketua pembina adat Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diduga sepihak. Pasalnya penggantian tersebut tanpa bermusyawarah atau usulan dari sekretaris dan anggota pemangku adat setempat.

“Rencananya kami mau menemui Plt Bupati Muba. Tapi menurut keterangan beliau sedang tidak ada ditempat. Disini saya ingin meminta perlindungan sekaligus penjelasan dari pak bupati, sebatas mana kekuasaan pemangku adat yang mendapat Surat Keputusan (SK) dari bupati, apa ini dibawah naungan kepala desa atau bagaimana.

Kok tiba-tiba Kepala desa Babat, mengumumkan diatas panggung saya sudah berhenti atau tidak menjabat selaku ketua adat. Saya merasa kecewa dengan tindakan tersebut, seolah-olah adat telah dilecehkan oleh desa. ”Kata Abu Salim saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com diruang tunggu Setda Muba belum lama ini.

Abu Salim menilai penggantian ketua pembina adat itu dilakukan secara sepihak. Maka Abu Salim berharap agar Plt Bupati Muba juga turun tangan menyikapi permaasalahan ini. “tanpa musyawara atau surat usulan dari sekretaris dan anggota tiba-tiba kades menunjuk Amin Sapri menjadi pemangku adat, masa saya yang menjabat ketua pembina adat sejak tahun 2007 tidak dilibatkan sama-sekali. Disini saya berharap Plt Bupati Muba dapat mengambil kebijakan mengenai permasalahan ini. Ketua pembina adat itukan untuk satu marga, bagaimana bisa penggantiannya hanya dilakukan satu kepala desa.”Tegas dia. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 5 =