Diduga Polda Salah Tangkap

Palembang, jurnalsumatra.com – Terdakwa LUKMAN (28) pria kelahiran Sunsang warga Kec Banyuasin II bersama sama dengan Terpidana SOPIYAN dan SAIDI pada hari Sabtu tanggal (17/08/2019)  sekira pukul jam 01.00 Wib  bertempat di Desa Sungsang IV Rt.04 Rw.02 Desa Sei Sembilang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin, dikarenakan saksi berdomisili di Kota Palembang, maka pengadilan Negeri Palembang yang berwenang dan mengadili, melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, memberi, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi 5 gram.

Menurut dakwaan Jaksa Desmelita SH bermula Anggota Polisi Dit Polair Polda Sumsel melakukan penangkapan terhadap  Sopiyan dan Saidi  di Desa Sungsang IV Rt.04 Rw.02 Desa Sei Sembilang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin tepatnya dirumah Sopiyan yang mana pada saat penangkapan ditemukan 5 paket narkotika jenis shabu shabu di dalam jaket milik Sopiyan sedangkan 2 paket ditemukan di Saidi.

Kemudian Polisi menanyakan langsung kepada Sopiyan dan Saidi milik siapa shabu shabu tersebut dan dijawab oleh Sopiyan dan Saidi milik mereka berdua yang dibeli dari Terdakwa seharga Rp 11.000.000, di desa Sungsang I Lorong Sungai Benar Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin, lalu Polisi melakukan penyelidikan kealamat tersebut dan pada saat Polisi melakukan penyelidikan terdakwa Terdakwa tidak ada ditempat tersebut.

Lalu 2 bulan kemudian Polisi mendapat kabar kalau terdakwa sedang berada di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, kemudian Polisi langsung melakukan penangkapan terhadap Terdakwa, dan langsung dibawah ke Dit Polair Polda Sumsel untuk dimintai keterangan.

Perbuatan Terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) atau pasal 127 ayat (1) Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun semua tuduhan Jaksa itu dibantah oleh Saidi dan Sopian (02/03/2020), bukan Terdakwa yang mereka maksud, berkali kali Hakim mengingatkan bahwa Mereka, Terdakwa dan Saksi Saidi dan Saksi Sopiyan supaya tidak berbelit, bahkan saksi saksi akan menghadirkan Lukman ke hadapan Hakim. “Lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah daripada menghukum 1 orang tak bersalah,” moto pengadilan.(hen)