Diduga Proyek BLT Jadi Bahan Bancakan

Palembang, jurnalsumatra.com – Seringkali terjadi proyek – proyek berbasis bantuan tunai ke masyarakat menjadi ajang bancakan para oknum Aparatur Sipil Negara yang memanfaatkan kesempatan ketidak tahuan masyarakat terhadap petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis proyek bantuan tersebut.

Proyek dengan bantuan tunai langsung ke rekening masyarakat diantaranya adalah Penyaluran Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya di Provinsi Sumatera selatan dengan penanggung jawab Satuan Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan perumahan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman  Prov Sumsel.

Proyek ini di berikan kepada masyarakat dengan kapasitas 5000 unit rumah dan anggaran sebesar Rp. 75.000.000.000,- bersumber dana dari APBN. Menjadi tanda tanya adalah siapa yang berhak menerima bantuan tersebut dan sumber data penerima bantuan tunai itu.

Ketika di konfirmasi ke Sekdis PUPR Sumsel  “Mansur” di dapat jawaban “Ini proyek APBN mekanismenya uang transfer langsung ke masyarakat penerima bantuan bukan dinas yang kelola”, jawab Mansur. Ketika hal ini dipertanyakan oleh Hadi Wijaya dari Lembaga Swadaya Masyarakat TAJI Sumsel, bukanlah jawaban yang di dapat namun utusan Satker yang datang dan menawarkan sejumlah uang.

Menjadi tanda tanya adalah penerima bantuan sebanyak 5000 KK dengan uang tunai sebesar Rp. 75 milyard tersebut berbasis data kependudukan darimana karena tersebar di wilayah Sumatera Selatan dan mengingat hanya Disdukcapil yang mempunyai data tersebut.

Sementara ketika dimintai konfirmasinya Kadisdukcapil Prov Sumsel sedang tidak berada di tempat . Menjadi persoalan hukum jikalau data base penerima bantuan tidak berasal dari sumber yang tepat karena berpotensi penerima fiktif dan yang tidak berhak sehingga berpotensi merugikan negara.(ferry Kurniawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × four =