Diduga Salah Eksekusi, KPN Bakal Diadukan ke KY

Palembang, jurnalsumatra.com  – Upaya eksekusi sebidang tanah seluas lebih kurang 487 meter persegi di Jl Residen Rozak oleh tim juru sita PN Klas 1A Khusus Palembang dipimpin langsung Ketua PN Klas 1A Khusus Palembang, Bongbongan Silaban,SH,LLM pada Rabu (22/7/2020) lalu menuai protes.

Adalah pihak Thamrin dan kawan-kawan selaku pemilik tanah yang dieksekusi melalui tim kuasa hukumnya dari Rumah Singgah Hukum melayangkan protes. “Kami protes karena eksekusi lahan yang dilakukan tim juru sita PN Klas 1A Khusus Palembang salah alamat. Pasalnya klien kami bukanlah salah satu pihak tergugat dan turut tergugat dalam gugatan yang dilayangkan oleh Kosim Kotan selaku penggugat,” ungkap Heriyanto,SH,MH salah satu tim kuasa hukum Thamrin dan kawan-kawan kepada awak media, Kamis (24/7/2020).

Dijelaskan Heryanto, sengketa gugatan tanah seluas 10.900 meter persegi dilayangkan Kocik Kotan kepada Karyo Giman selaku tergugat dan M Yusuf selaku turut tergugat. Berdasarkan dokumen alas hak sebagau barang bukti yang diajukan di pengadilan, tanah itu dibeli dari Aang Endang Lesmana dan Badawi (almarhum) masing-masing seluas 7.000 meter persegi dan 3.900 meter persegi. “Namun kenyataannya penggugat di persidang tidak bisa menunjukkan lokasi gugatannya kepada tergugat Karyo Giman, justru masuk ke tanah klien kami,” ucap Heryanto.

Yang hebatnya lagi, saat eksekusi Ketua PN Klas 1A Palembang, Bongbongan Silaban hadir langsung juga dikawal kurang dari 100 personel dalmas Polrestabes Palembang dipimpin AKBP Eddy. Sehingga atas kehadiran Ketua PN ini lanjut Heriyanto pihaknya menduga telah terjadi intervensi dan tindak sewenang-wenang. “Bahkan saat menemui Ketua PN saya tegaskan beliau telah melakukan tindakan sewenang-wenang. Dan akan saya laporkan persoalan ini ke Komisi Yudisial,” ucap Heryanto dengan nada bicara meninggi. Sementara itu, Ketua PN Klas 1A Palembang, Bongbongan Silaban yang coba dikonfirmasi terkait eksekusi tersebut belum berhasil ditemui jurnalsumatra.com. “Maaf tapi saat ini Bapak belum bisa ditemui mas,” ucap salah seorang staf PN Klas 1A Khusus Palembang, Kamis (24/7/2020).(kms)