Diharapkan Pemerintah Membentuk Tim Terpadu

Lahat, jurnalsumatra.com – Peristiwa terkaman Harimau yang dialami oleh salah satu korban Kuswanto (48) warga Desa Pulau Panas Tanjung Sakti Kecamatan PUMI Kabupaten Lahat, sampai saat ini masih menjadi momok dan rasa ketakutan yang berkepanjangan.

Lantaran hewan buas tersebut, belum dapat diamakan alias ditangkap. Oleh sebab itu, diharapkan kepada Pemerintah (Pemda) II Lahat dan Kota Pagaralam dapat membentuk Tim Terpadu, untuk mencari solusi dan memecahkan persoalan yang ada dilapangan.

“Penyerangan terhadap korban, terjadi diperkebunan Desa Pulau Panas. sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban hendak pergi kekebun. Namun, tiba tiba langsung diserang oleh hewan buas tersebut,” ungkap Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK MSi melalui Kapolsek Tanjung Sakti PUMI IPTU Ramodhon disampaikan Kanit Reskrim AIPTU Budi Agus SE, Selasa (3/12/2019).

Usai menyerang salah satu warga Desa Pulau Panas, sambung Budi, dinas dari Polhut BKSDA Kabupaten Lahat dan BKSDA Provinsi Sum-Sel, anggota Polsek, Koramil, dan Kecamatan PUMI Lahat, terus bergrelia menelusuri keberadaan Harimau itu.

“Akan tetapi, hingga detik ini hewan buas tersebut tak kunjung ditemukan. dan masih terus dicari keberadaannya. Namun, untuk dibeberapa titik lokasi dinas BKSDA telah memasang Kamera Traff agar bisa dapat segera menemukan keberadaan hewan ini,” tukas Budi.

Kepala Polhut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Lahat Rahmat SH menjelaskan, selain korban Kuswanto (48) warga Desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti PUMI Kabupaten Lahat, yang berujung meninggal dunia (MD).

“Kini, hewan buas yang menakutkan itu juga menerkam korban Marta Rulani (24) warga Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam. Akibat serangan itu, paha bagian kanan korban mengalami luka gigitan dan cakaran oleh Harimau itu,” terang Rahmat.

Beruntung kata Rahmat, korban masih bisa diselamatkan. Peristiwa terjadi pada Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09.00 WIB saat berada didalam pondoknya dikebun kopi.

“Tim masih terus memburu keberadaan hewan buas ini. Kita sudah memasang Kamera Traf tujuannya dipasang agar dapat mengetahui gerak gerik hewan dilindungi tersebut. Kita dapat mengetahui sebesar apa Harimau ini. Semua aktivitas hewan akan terus terpantau,” tuturnya.

Yang jelas, ditambahkan Rahmat, pihaknya tidak berani memastikan peristiwa di Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti PUMI itu, dapat disama hewan yang menerkam warga Tebat Benawa Kecamatan Dempo Sekatan Kota Pagaralam.

“Kami tidak mau bersifikulasi yang terlalu jauh. Intinya, dengan turunnya hewan buas tersebut. biasanya, apabila Harimau itu sudah turun secara ilmiah ada kemungkinan ada mencari sesuatu. Karna harimau tersebut, menggaum sangat besar, bisa mencari anaknya, ataupun mungkin sudah memasuki masa kawin,” tegas Rahmat seraya menambahkan, Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, anggotanya telah mengikuti rapat yang digelar Walikota Pagaralam. dan dirinya mengaku, belum mengetahui hasil dari rapat tersebut.

Berita sebelumnya, Ican kakak kandung korban menceritakan kronologis kejadian yang menimpa adiknya Marta Rulani (24), kejadian itu Senin (2/12/2019) dengan tiba tiba korban sedang berada dikebun kopi berteriak sedikit histeris.

“Jeritan itu mengundang kami. korban saat itu sedang berada didalam pondok atau dangau untuk menyiapkan makanan tiba tiba adik saya berteriak sontak saja kami menghampiri pondok dan melihat apa yang terjadi,” ujar Ican.

Beruntung, diungkapkan Ican, ketika adiknya digigit Harimau dibagian paha mendorongkan tangga kebagian kepala hewan buas itu. Lalu, diakui Ican dirinya bergegas membawa korban kerumah sakit agar mendapat pertolongan medis.

Sementara, Camat Dempo Selatan Kota Pagaralam Dra Suterimawati MM dikonfirmasi membenarkan, adanya korban bernama Marta digigit Harimau saat sedang berada dikebun kopi.

“Paha bagian sebelah kanan korban luka robek akibat gigitan hewan buas tersebut. kita sudah sampaikan agar korban untuk sementara waktu tidak menjalankan aktifitas atau berkebun dilokasi kejadian, sampai benar benar aman dan kondusif,” himbau Camat Dempo Selatan. (Din)