Dimuba, Penderita Kaki Gajah Belasan Tahun Terbujur

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Nasib malang dialami Mimin (38) warga desa Sungai Medak (C-7) Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Meski didaerahnya tersedia program berobat gratis, nyatanya sudah 16 tahun ini Mimin hanya mampu duduk dan berbaring ditempat tidur akibat menderita penyakit kaki gajah.

Memprihatinkan lagi, wanita satu anak yang sudah lama ditinggal suami berpulang ke-rahmatullah ini hanya tinggal bersama nenek Uci (73) ibu kandungnya yang berusia senja. Jadi jangankan si-nenek mau membiayai pongobatan anaknya mencari nafkah sehari-hari saja sulit dengan pekerjaan nya selaku penganyam kipas dari bahan bambu.

Suasana ini menambah kesedihan Mimin lantaran tak sanggup mencari biaya untuk kesembuhan dirinya.

Kepada wartawan jurnalsumatra.com, Mimin menceritakan dalam keseharian nya dirumah.“Pernah dicoba untuk berdiri, tapi kaki ini terasa berat dan sakit mas, jadi terpaksa duduk dan berbaring ditempat tidur. Maka dalam berfikir se-hari hari saya sedih dan khawatir bagaimana nasib saya dan masa depan anak kelak se-andainya ibu yang selama ini menapkahi kami tutup usia.

Maka saya memohon kepada relawan terutama Bupati Muba bapak Dodi Reza Alex Noerdin kiranya dapat membantu biaya pengobatan agar bisa sembuh. Capek rasanya mas selama 16 tahun duduk dan baring ditempat tidur,”rintihnya sembari menundukkan kepala.

Sementara nenek Uci ibu kandung Mimin menjelaskan, bahwa si-Mimin sempat dibawa kemana-mana untuk diobati namun tidak membuahkan hasil. Bahkan menurut dia penyakit yang diderita anaknya sudah diketahui pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Muba.

“Sudah diusahakan berobat ke Palembang, RSUD Sekayu dengan biaya sendiri tapi tidak membuahkan hasil, bahkan pihak dinas kesehatan pun pernah datang kesini, namun tidak ada tindaklanjut.”jelas dia.

Menurut nek Uci sebelumnya si-Mimin masih bisa membantu pekerjaannya. “dulu Mimin masih bisa anyam-anyaman bantu ibu membuat kipas, namun sekarang sudah tidak bisa. Jadi  kalau ada yang mau bantu syukur Alhamdulillah, karena aku memang tidak kuat lagi untuk begawe,”Harap dia. (Rafik elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 12 =