Dinas BPMDesa Tekankan Seluruh Kades Berangkat Ke Bali

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Rencananya Senin (16/7/2018) 360 kepala desa dari 24 Kecamatan di Kabupaten Lahat bakal terbang ke BALI. Untuk mengikuti pelatihan Badan Usaha Milik Desa (Bum-Des)diwajibkan para Kades ikut minimal 2 orang, dan perorangnya dikenakan biaya sebesar Rp 6 juta.

Sebelumnya, rombongan kepala desa yang ada di Bumi Seganti Setungguan ini, juga dimintak untuk ikut di pelatihan Operator Desa selama dua hari yang dilaksanakan di Hotel Horizon Palembang Dan, dikenakan biaya sebesar Rp 4 juta perkades.

“Kami juga binggung. Dari mana dana yang bakal kami gunakan. Sedangkan kalau menurut Rab ADD dan DD tidak ada. Oleh sebab itu, kami merasa terkekan, ” ungkap salah satu Kepala Desa, Kecamatan Kikim Area, yang mintak namanya tidak disebut, Rabu (11/7/2018).

Sumber menjelaskan, untuk keberangkatan ke Pulau Dewata Bali ini, tidak mesti 2 orang, lebihpun boleh. Tapi, tetap biaya Rp 6 juta perorangnya. Lalu, dana tersebut dikumpulkan kepada masing masing ketua forum kepala desa (Kades), setelah semua terkumpul baru distor kedinas BPMDesa Lahat, atau pihak ketiga.

“Terus terang sebetulnya berat. Dana perorang Rp 6 juta itu cukup besar. Karena, di RAB tidak ada. Tapi, kalau tidak ikut, kita khwatir untuk pencair dana ADD dan DD kedepan atau tahap selanjutnya, takut diperlambat, ” ujar sumber.

Untuk keberangkatan ke BALI itu menurutnya, dibagi beberapa tahap dan kebetulan untuk Kecamatan Kikim Area, mendapat gelumbang pertama. Lalu, untuk gelumbang kedua seluruh Kades di Kecamatan Kota Lahat, berikut seluruh Kades Kecamatan Gumay, lalu, seluruh Kades Kecamatan Merapi Area, disusul Kades Mulak Sebingkai,  dan terakhir seluruh Kades Kecamatan Tanjung Sakti, Pumu, dan Pumi.

“Tapi, informasinya, untuk Kecamatan Kikim ditunda. Sebab, Senin besok ada pemeriksaan dari dinas Inspektorat Kabupaten Lahat, ” pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh salah satu kepala desa (Kades) di Kecamatan Gumay. “Bagaimana tidak berat. Kami baru beberapa bulan ini menjabat. Kami dilantik saat itu ada 52 Kades.” imbuhnya.

Akan tetapi, Ia menyampaikan, apabila kepala desa (Kades) tidak ikut dalam berangkat ke-BALI pencairan dana ADD maupun DD untuk termin berikutnya terancam diperhambat.

“Kami jabat kades ini, baru seumur jagung. Uang 6 juta perorang itu cukup berat. Mungkin enteng bagi Kades yang sudah lama menjabat, apalagi sudah dua priode, ” terangnya.

Begitu juga hal serupa ditegaskan salah satu kepala desa (Kades)Kecamatan Kota Lahat, yang mintak namanya dirasiakan menerangkan, khususnya untuk keberangkatan ke-BALI, seluruh Kades Kecamatan Lahat masuk digelumbang kedua.

“Untuk kepala desa, Kecamatan Lahat bakal diberangkatkan digelumbang kedua. Setelah seluruh Kades Kecamatan Kikim Area, ” terangnya.

Sementara, Kadis BPMDesa Fauzan Denin diminta tanggapan dirinya tidak menapik dari rencana keberangkatan 360 kepala desa (Kades) di 24 Kecamatan, Kabupaten Lahat.

“Betul dek. Tapi, semua itu baru sebatas rencana, belum bisa dipastikan untuk ke BALI tersebut, ” katanya. Selasa (10/7/2018).

Ia menyampaikan, tujuan seluruh kepala desa berangkat kepulau dewata ini, untuk mengikuti pelatihan tentang Badan Usaha Milik Desa (Bum-Des). Setelah itu, kegiatan relijius alias jalan jalan.

“Tapi semua itu, belum pasti dek. Untuk rencana memang ada. Dan, benar sebelumnya, rombongan Kades ini mengikuti pelatihan tentang Operator dilaksanakan dihotel Horizon Palembang, ” tuturnya.

Saat ditanya soal dana mulai pelatihan Operator, dan untuk berangkat ke-BALI, mantan Kabag Humas Pemkab Lahat ini, berdalih dan memilih tidak memberikan penjelas.

“Nah, untuk masalah dana baik pelatihan Operator maupun rencana berangkat ke-BALI itu, BPMDesa bukan kita yang pegang, tapi pihak ketiga, ” kilah Fauzan. Seraya memberikan penawaran silakan kalau rekan rekan ada yang mampun, silakan buat program, dan akan kami cuba menyampaikan diforum kades. (Din).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − two =