Dinas Ketahanan Pangan OKU Gelar Festival Pangan Lokal

Baturaja, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan setempat menggelar festival pangan lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) tahun 2019 yang digelar di Gedung Kesenian Baturaja, Rabu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ogan Komering Ulu (OKU), Supriyono di Baturaja, Rabu mengatakan dalam pelaksanaan festival B2SA ini diikuti sebanyak 31 peserta yaitu dari PKK kecamatan, dharma wanita dan GOW serta BUMN/BUMD di wilayah setempat.

Supriyono menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan serta menurunkan ketergantungan warga terhadap bahan pangan tertentu dengan pemanfaatan pangan lokal.

Selain itu, ujar dia, B2SA dengan pemanfaatan olahan pangan lokal ini juga diharapkan dapat mendorong kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan olahan pangan lokal yang memiliki nilai jual.

“Adapun tujuan penyelenggaraan Festival B2SA ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat dalam penerapan prinsip B2SA tersebut,” katanya.

Menurut dia, Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini banyak dipengaruhi oleh kualitas bahan pangan yang dikelola dan dikonsumsi sehingga masyarakat perlu diberikan pemahaman agar menyajikan masakan untuk keluarga yang bergizi dan seimbang.

“Melalui Festival B2SA ini diharapkan masyarakat dapat memilih dan menyajikan menu makanan bagi keluarga untuk hidup sehat, aktif dan produktif,” harap Supriyono.

Sementara Bupati OKU, Kuryana Azis menambahkan melalui Festival B2SA ini diharapkan masyarakat di wilayah setempat bisa kreatif lagi dalam mengolah bahan makanan.

Menurut dia, di Kabupaten OKU ini masih banyak jenis bahan makanan yang bisa dimanfaatkan dan diolah dengan berbagai macam bentuk dan rasa yang bernilai gizi tinggi untuk kebutuhan keluarga.

“Kearifan lokal harus terus dilestarikan termasuk itu singkong, jagung dan masih banyak lagi yang bisa menjadi sumber pendapatan keluarga apalagi ditambah inovasi serta kreasi tidak menutup kemungkinan dapat menjadi peluang pasar yang patut diperhitungkan,” ujarnya. (anjas)