Dinas PUPR Mataram Segera Normalisasi Irigasi Selagalas

     Mataram,jurnalsumatra.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera melakukan normalisasi pada saluran di Lingkungan Tegal, Selagalas, yang menjadi pemicu banjir.
“Banjir yang terjadi di Lingkungan Tegal, Kelurahan Selagalas, selama ini disebabkan meluapnya air irigasi akibat sedimentasi tinggi,” kata Kepala  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis.
Selain karena sedimentasi tinggi, banjir yang selalu melanda warga di lingkungan itu terjadi karena adanya jembatan yang dibangun masyarakat namun terlalu rendah sehingga menghambat kelancaran air dan pintu air terlalu kecil.
Oleh karena  itu, untuk mengurangi dampak ketika terjadi debit hujan tinggi dan penanganan jangka pendek, puluhan pasukan biru di Dinas PUPR akan diturunkan untuk melakukan normalisasi secara manual pada saluran irigasi tersebut.
“Panjang irigasi yang akan dinormalisasi sekitar 100 meter, khusus di sekitar aliran menuju bendungan,” katanya.
Mahmuddin yang sudah melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Rabu (6/12) menyebutkan daerah irigasi (DI) tersebut masuk menjadi DI Lombok Barat, berada di perbatasan wilayah Kota Mataran tapi dimanfaatkan juga petani kota di Lingkungan Tegal bagian barat.
Sementara untuk rencana penanganan jangka panjang, katanya, ke depan adalah melakukan perbaikan irigasi dan mengganti pintu air yang ada saat ini dengan pintu air lebih besar.
“Tujuannya, untuk memudahkan pemeliharaan atau pengangkatan sedimen dan ketika debit air tinggi bisa disalurkan ke pintu air. Untuk penganggaran akan kita coba tahun depan,” katanya.
Kepala Lingkungan Tegal Ahmad Sonhaji sebelumnya mengatakan, banjir di kawasan Tegal terjadi hampir setiap tahun, namun sejauh ini belum mendapatkan perhatian maksimal.
Ketinggian banjir di Lingkungan Tegal mencapai lutut orang dewasa, namun tidak sampai melumpuhkan aktivitas masyarakat, karena setelah empat hingga lima jam air sudah surut lagi.
“Kendati demikian, kami berharap pemerintah kota bisa segera mengambil langkah-langkah penanganan agar lingkungan kami tidak terendam banjir lagi,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =