Dinkes Jatim Targetkan RS Terakreditasi Sebelum 2019

     Surabaya, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Jawa Timur menargetkan seluruh rumah sakit di daerah itu terakreditasi pada tahun 2019 sebagai upaya peningkatan pelayanan.
Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso di Surabaya, Selasa, mengatakan target itu sesuai amanat UU Nomor 44/2009 tentang Rumah Sakit, di mana akreditasi merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan pihak RS.
“Akreditasi menjadi upaya untuk memperbaiki pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kami targetkan sebelum batas akhir 2019, seluruh rumah sakit sudah terakreditasi semuanya,” katanya.
Kohar mengungkapkan kendala utama yang dihadapi oleh RS ketika melakukan proses akreditasi adalah manajemen, sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas yang dimiliki. Dengan kualitas yang baik, maka keamanan pasien di rumah sakit itu pun terjamin.
“Akan terus kami dorong rumah sakit yang belum mengajukan akreditasi. Hal ini untuk meningkatkan kualitas fasilitas dari pelayanan kesehatan itu sendiri,” ujar dia.
Bukan hanya RS yang akan didorong Dinkes Jatim memperoleh akreditasi, tapi juga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ada di wilayah itu.
“Hal ini tentu untuk menjaga kualitas cukup secara akses. Dan secara mutu inilah yang kami dorong supaya kualitasnya meningkat,” ujarnya.
Walau menargetkan akreditasi tuntas pada 2019, namun Kohar berharap sebelum 2019 semua RS di wilayahnya telah terakreditasi.

     Dia menjelaskan nantinya setelah melakukan akreditasi, RS tersebut akan diberikan sertifikasi. Hal itu untuk memastikan bahwa RS itu ‘MAREM’ atau Memuaskan, Aman, Rasionil, Efisien dan Manusiawi.
Kohar akan terus melakukan pembinaan dan memantau rumah sakit yang belum terakreditasi melalui dinas kesehatan kabupaten/kota.
“Kami melalui dinkes kabupaten/kota akan memantau rumah sakit mana saja yang belum terakreditasi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jatim Dian Islami menyebutkan dari total 372 rumah sakit yang sudah terakreditasi sebanyak 277. Artinya, masih ada 95 rumah sakit yang belum melakukan akreditasi.
“Bagi RS yang belum akreditasi sudah dilakukan sosialisasi dan diikutkan workshop. Kami mengimbau semua rumah sakit sudah terakreditasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu dan keselamatan pasien,” kata Dian.(anjas)

Leave a Reply