Dinkes Kediri Siagakan Dokter Saat Libur Lebaran

     Kediri, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, menyiagakan dokter jaga untuk piket selama libur Lebaran 2018, guna memastikan memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat tetap diutamakan.
“Kami sudah mengatur jadwal untuk dokter berjaga baik di puskesmas maupun rumah sakit di sini. Nanti piket dibagi selama 24 jam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima di Kediri, Kamis.
Ia mengatakan, untuk dokter di rumah sakit ada sebanyak 46 orang dan di puskesmas 36 orang. Mereka akan dibagi jadwalnya untuk piket, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin selama libur Lebaran 2018.
Selain menyiagakan personel di rumah sakit dan puskesmas, Fauzan juga mengatakan personel juga disiagakan di pos jaga. Dinas Kesehatan Kota Kediri bekerja sama dengan Polresta Kediri untuk piket. Nantinya juga ada mobil yang disiagakan.
“Kami bekerjasama dengan polres kota untuk pos yang nantinya juga akan diisi oleh petugas medis di puskesmas. Jadi, semua dokter, tim medis siaga,” kata dia.
Untuk pelaksanaan mulai piket, Fauzan mengatakan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan rencananya piket mulai berlangsung antara 11 hingga 21 Juni 2018. Dirinya berharap, saat libur Lebaran 2018, arus lalu lintas berjalan baik, dan tingkat kecelakaan juga bisa ditekan seminimal mungkin.

Sementara itu, untuk perawatan medis, nantinya diarahkan ke RS Gambiran II. Saat ini, seluruh aktivitas perawatan mayoritas sudah dipindah ke RSUD Gambiran II Kediri yang notabene rumah sakit baru.
Fauzan juga menambahkan, sejak Januari 2018, seluruh perlengkapan serta tim medis yang sebelumnya di RSUD Gambiran Kediri, sudah mulai diboyong ke RSUD Gambiran II Kediri. Pelayanan di rumah sakit yang baru, akan lebih optimal sebab terdapat sejumlah fasilitas baru.
Saat ini, jumlah pasien yang berobat jalan di RSUD Gambiran II Kediri cukup banyak setiap harinya, antara 500-600 pasien. Selain karena ruang pelayanan yang lebih luas, faktor cuaca juga memengaruhi tingkat kunjungan.
Di RSUD Gambiran II Kediri, jumlah tempat tidur juga lebih banyak ketimbang RSUD Gambiran yang lama, yaitu 550 tempat tidur. Di rumah sakit yang lama kapasitasnya hanya 280 tempat tidur, sehingga dengan jumlah tempat tidur yang lebih banyak bisa menampung lebih banyak lagi pasien.
Pemerintah Kota Kediri telah meresmikan operasional RSUD Gambiran II Kediri sejak September 2017. Di rumah sakit yang baru ini dilengkapi dengan beragam peralatan yang berteknologi tinggi. Selain itu, di rumah sakit ini juga ada tiga poli baru, yaitu poli psikologi khususnya di bidang kesehatan, poli geriatri untuk kesehatan warga lanjut usia, dan poli untuk tumbuh kembang khsusnya anak-anak. Para ibu bisa konsultasi ke dokter ketika terjadi keterlambatan tumbuh kembang bayi ataupun anak.
Dengan beroperasinya rumah sakit yang baru, untuk RSUD Gambiran I atau rumah sakit yang lama. Ada beberapa rencananya misalnya akan dijadikan RSUD tapi tipe C, rumah sakit khusus bedah, “Trauma center” atau rumah sakit khusus stroke. Namun, hingga kini belum ada keputusan pasti.(anjas)

Leave a Reply