Dinkes Lebak lakukan tes cepat karyawan terminal bus Mandala

Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melakukan tes cepat COVID-19 terhadap para karyawan Terminal Bus Mandala guna pencegahan penyebaran virus corona jenis baru itu.

  “Semua karyawan sebanyak 31 pegawai itu dilakukan ‘rapid test’ (tes cepat) dan hasilnya reaktif negatif,” kata Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Mandala Kabupaten Lebak Muksin, Selasa.

  Tes cepat itu melibatkan petugas medis Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk mendeteksi penyebaran COVID-19, khususnya pegawai terminal.

  Ia menjelaskan pegawai terminal itu secara langsung bersentuhan dengan penumpang yang berasal dari zona merah, seperti Jakarta dan Tangerang.

  Oleh karena itu, tes cepat merupakan tindakan preventif untuk mengetahui apakah pegawai terminal tertular virus atau tidak.

  Ia menjelaskan jika pegawai terminal itu tertular virus corona maka bisa menularkan kepada keluarga atau orang lain.

  “Kami sangat terbantu melalui pemeriksaan itu diharapkan kawasan terminal bus terbebas dari COVID-19,” katanya.

  Pihaknya juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada penumpang dan jika di atas 38 derajat Celcius maka harus menjalani isolasi.

  Selain itu, semua sudut terminal difasilitasi dengan menyediakan wastafel untuk mencuci tangan menggunakan sabun.

  Wastafel itu, katanya, untuk penumpang yang baru turun dari angkutan, sedangkan mereka diminta tidak berkerumun saat mencuci tangan.

  Selain itu, pihak Terminal Mandala Kabupaten Lebak selalu menyosialisasikan kepada penumpang tentang bahaya COVID 19.

  “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar semua penumpang tidak tertular virus corona,” katanya.

  Sri Restu Pratiwi, seorang staf Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengatakan tes cepat berjalan lancar, sedangkan hasil tes itu menunjukkan semua pegawai terminal itu negatif COVID-19.

  Namun, pihaknya meminta pegawai maupun penumpang tetap harus mengedepankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

  “Kami yakin protokol kesehatan dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” katanya.(anjas)