Dinkes Pastikan Warga Meninggal Bukan Karena DBD

     Mukomuko, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu memastikan satu orang warga Sukarami, Kecamatan Kota Mukomuko meninggal dunia bukan karena penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Warga tersebut memang positif terjangkit penyakit DBD, tetapi dia meninggal dunia bukan karena penyakit DBD tetapi ‘syok syndrome’ deman tinggi dan ada penyakit penyerta lainnya,” kata petugas monitoring dan evaluasi Global Fund (GF) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo, di Mukomuko, Rabu.
Ia mengatakan hal itu menanggapi informasi terkait salah seorang warga setempat yang positif terjangkit penyakit DBD di daerah itu akhirnya meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Menurutnya, tidak selalu warga setempat yang sudah positif terjangkit penyakit DBD kemudian meninggal dunia karena penyakit tersebut.

     “Biasanya ada penyakit penyerta lainnya, sehingga membuat daya tahan tubuh berkurang dan menyebabkan orang meninggal dunia,” ujarnya.
Kendati demikian, ia menyatakan, instansinya akan melacaknya dan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk menentukan satu orang yang terjangkit penyakit DBD tersebut meninggal dunia karena penyakit itu atau tidak.
Ia mencatat sejak bulan Januari hingga Maret tahun ini sebanyak 25 orang warga setempat yang positif terjangkit penyakit DBD.
“Sebanyak 25 orang warga ini tersebar pada tujuh dari 15 kecamatan di daerah itu,” ujarnya pula.
Ia menyebutkan, sebanyak 25 orang warga ini dari Kecamatan Ipuh, Kecamatan Kota Mukomuko, Kecamatan Pondok Suguh, Kecamatan Selagan Raya, Kecamatan XIV Koto dan Kecamatan V Koto.(anjas)

Leave a Reply