Dinkes Temukan 360 HIV Positif Di Mimika

     Timika, jurnalsumatra.com –  Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menemukan 360 kasus HIV positif sepanjang 2017.
Penangung Jawab Program HIV-AIDS Dinkes Mimika Hasmawati di Timika, Sabtu, mengatakan temuan kasus HIV positif itu belum terverifikasi, apakah merupakan kasus baru atau kasus lama yang sudah ditemukan dalam pemeriksaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami belum bisa memastikan hal itu sebab bisa saja sebagian dari kasus yang ditemukan itu sebelumnya sudah diperiksa,” jelas Hasmawati.
Ia mengatakan jangkauan testing atau pemeriksaan HIV-AIDS di Mimika pada 2017 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding 2016.
Pada 2016, terdapat 40.276 orang yang mengikuti pemeriksaan HIV-AIDS di sejumlah pusat layanan kesehatan (layanan VCT HIV-AIDS). Sementara pada 2017, warga yang terjangkau pemeriksaan HIV-AIDS hanya sebanyak 37.668 orang.

Kondisi itu, katanya, sangat disayangkan mengingat Pemkab Mimika terus berupaya menemukan kasus-kasus baru HIV-AIDS, dimana di Papua prevalensinya mencapai 2,3 persen.
Dinkes Mimika bersama Komisi Penanggulangan AIDS setempat hingga kini masih menunggu laporan data secara manual dari pusat-pusat layanan pemeriksaan HIV-AIDS baik rumah sakit, Puskesmas maupun klinik VCT.
Kesulitan yang dihadapi yaitu beberapa Puskesmas di Mimika hingga kini belum menyerahkan data laporan pemeriksaan HIV-AIDS selama 2017.
“Ini menjadi problema bagi kami untuk bisa mencermati situasi terakhir upaya penanggulangan penularan HIV-AIDS di Mimika sebab ada beberapa Puskesmas belum menyerahkan data laporannya,” jelas Hasmawati.
Kementerian Kesehatan kini mencanangkan ‘Fast Track’ 90-90-90 atau ‘Triple 90’ dalam penanggulangan HIV-AIDS yaitu menemukan 90 persen orang yang positif HIV, mengobati 90 persen dari yang ditemukan dan mempertahankan terapi ARV (Anti Retroviral) bagi 90 persen orang positif HIV yang melakukan pengobatan.
Strategi itu mengarah ke target ‘Three Zero’ pada 2030 yaitu tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA).(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + sixteen =