Dinsos: Sejumlah Warga Ingin Adopsi Bayi Temuan Siswa Di Palangka Raya

Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Dinas Sosial Kalimantan Tengah menyatakan sejumlah warga dari beberapa kabupaten dan kota di provinsi itu ingin mengadopsi bayi laki-laki yang ditemukan siswa di semak-semak Jalan RTA Milono Kilometer 4,5 Kota Palangka Raya, Kamis (13/2) siang.

  “Mereka yang ingin mengadopsi bayi yang ditemukan warga itu, sementara ini di antaranya berasal dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, dan Kotawaringin Barat,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kalteng Budi Santoso di Palangka Raya, Jumat.

  ia menjelaskan saat ini sebagai hari pertama setelah temuan bayi tersebut, namun seperti pengalaman tahun lalu, banyak masyarakat akan mendaftar untuk mengadopsi bayi malang tersebut untuk diasuh mereka.

  Ia mengatakan adopsi anak oleh warga harus melalui prosedur yang berlaku, terutama agar anak tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab pada masa mendatang.

  “Persyaratan mengadopsi anak itu cukup banyak, salah satunya berumur paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 55 tahun, serta berkelakuan baik atau tidak pernah dihukum,” katanya.

  Selain itu, calon orang tua dari bayi harus sehat jasmani, status menikah secara sah, tidak memiliki anak minimal lima tahun dan memiliki ekonomi yang baik.

  Hal itu, katanya, tidak lain demi kesejahteraan anak di kemudian hari.

  Bahkan, katanya, nantinya warga juga diharuskan membuat surat pernyataan untuk siap mengurus dan memperlakukan anak yang diadopsi seperti anak kandungnya sehingga hak-haknya dalam rumah tangga sama dengan anak kandungnya.

  “Yang terpenting anak yang diadopsi memiliki keputusan hukum tetap dari pengadilan negeri di wilayahnya masing-masing. Hukum tetap yang dimaksud untuk memberikan hak-haknya sama dengan anak kandung dari orang tua yang mengadopsi tersebut,” ungkapnya.

  Seorang bayi ditemukan siswa Kelas X SMAN 3 Palangka Raya bernama Esya di semak semak di tempat itu, dalam kondisi beralas plastik warna hitam, warna baju merah muda, serta tali pusar telah terpotong dan diperban.

  Bayi itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palangka Raya untuk diberikan pertolongan pertama oleh tim medis.

  Sampai saat ini, bayi tersebut dalam kondisi sehat dan dalam pantauan tim medis.(anjas)