Disbud Telusuri Penyebab Berkurangnya Penggunaan Bahasa Daerah

     Wamena, jurnalsumatra.com – Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Papua tengah menelusuri penyebab berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan masyarakat asli Papua.
Kepala Seksi Tari dan Musik Bidang Kebudayaan Disbud Provinsi Papua Yermias Koridama di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa, mengatakan belakangan ini banyak warga asli Papua yang tidak menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari.
Bahkan, cukup banyak penduduk asli Papua berusia 40 tahun ke bawah yang tidak bisa berbicara menggunakan bahasa daerah.
“Itu sangat jelas kelihatan. Misalnya coba kita jalan ke Jayapura, masih dengar dialek Papua, tetapi bahasanya sudah tidak bisa kita lihat (tidak menggunakan bahasa daerah),” katanya.
Ia menyebut daerah yang penduduk aslinya kelihatan mulai kurang menggunakan bahasa daerah yakni Kabupaten Merauke dan Kabupaten Waropen.

“Demikian pula dengan orang Waropen, kalau kita pergi lihat, rata-rata di kampung komunikasi dengan bahasa daerah ini sudah kecil,” katanya.
Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua yakni membuat kamus bahasa daerah yang diharapkan mampu mendukung penyelamatan ratusan bahasa asli Papua.
Budaya lain yang terlihat mulai hilang di kalangan masyarakat asli Papua adalah terkait struktur di masyarakat yang sekarang tidak lagi saling menghargai.
“Masyarakat sekarang tidak lagi menghargai siapa yang tua, muda dan itu wujud ketidaktahuan bagaimana melestarikan budaya bahasa dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia mengatakan penyelamatan budaya bahasa merupakan satu agenda yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk menjadi perhatian.
“Lalu mungkin kita bentuk sanggar-sanggar bahasa, karena jarang dilakukan, jadi mungkin itu tawaran-tawaran yang akan kita sampaikan kepada mereka untuk bisa diterapkan di sini,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − nine =