Disdik Biak Targetkan Setiap Kampung Satu Paud

    Biak, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Biak Numfor, Papua, menargetkan dalam satu kampung terdapat layanan pendidikan anak usia dini (Paud) pada Tahun 2018/2019.
“Satu kampung/desa punya satu PAUD merupakan program lintas sektoral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang juga harus diimplementasikan di kabupaten/kota,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Biak Arius Mirino yang dihubungi di Biak, Jumat.
Ia mengatakan hingga tahun pelajaran 2017 jumlah lembaga Paud di kabupaten Biak Numfor sudah mencapai di atas 110 unit.
Arius mengatakan adanya peningkatan jumlah Paud di Kabupaten Biak Numfor karena makin tingginya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya di usia 0-6 tahun pada lembaga Paud/TK.
Anak usia 0 hingga 6 tahun, menurut Arius, merupakan tahap perkembangan yang paling penting dan kritis pada siklus kehidupan manusia.
Pada masa usia ini, lanjut Arius, otak anak berkembang sangat cepat dan kualitasnya akan bertahan hingga seumur hidup sehingga pengembangan anak sejak usia dini dirasakan sangat mendesak dan penting, baik melalui stimulasi dini, kesehatan dan pengasuhan secara holistik.
“Melalui layanan lembaga Paud diharapkan anak dapat tumbuh kembang secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan anak bersangkutan,” ujar Arius.

     Ia menyebut Indonesia sudah memiliki beberapa perangkat regulasi dan kebijakan berkaitan dengan peningkatan akses dan kualitas pengembangan anak usia dini, antara lain Perpres No.60/2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini yang Holistik dan Integratif.
Selain itu ada juga Permendikbud No.137/2014 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Permendikbud Nomor 84 tahun 2014 tentang Pendirian PAUD.
“Peningkatan kualitas pengembangan anak usia dini di seluruh Indonesia telah menjadi komitmen bersama pemerintah dan masyarakat dunia,” ujarnya
Bahkan Agenda Perkembangan Anak Usia Dini telah masuk dalam agenda PBB melalui tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG).
“Pada tahun 2030 dunia berkomitmen memastikan semua anak perempuan dan laki-laki memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan, dan pendidikan anak usia dini bermutu sehingga mereka siap untuk memasuki pendidikan dasar,” ucap Arius.
Berdasarkan data jumlah anak usia dini yang mengikuti pendidikan anak usia dini di Kabupaten Biak Numfor mencapai 4.000-an anak usia 3-6 tahun.(anjas)

Leave a Reply